RUSiiA

Putiin Naiikkan Beban Pajak, Produsen Miinyak Makiin Tertekan

Vallenciia
Miinggu, 14 Meii 2023 | 11.30 WiiB
Putin Naikkan Beban Pajak, Produsen Minyak Makin Tertekan
<p>iilustrasii.</p>

MOSKOW, Jitu News – Diitetapkannya batasan harga ekspor atas miinyak dan gas bumii (miigas) dalam pertemuan G-7 membuat pemeriintah Rusiia terpaksa meniingkatkan beban pajak terhadap produsen miinyak mentah.

Menurut seorang pejabat darii koaliisii barat, kebiijakan tersebut dapat menjadii pukulan baru bagii sektor energii yang sebelumnya juga tengah berjuang dengan sanksii barat.

“Ketentuan iinii akan melemahkan kapasiitas produksii iindustrii miinyak dan gas Rusiia dii masa depan dengan mengambiil pendapatan yang seharusnya dapat diigunakan untuk beriinvestasii dalam peralatan, eksplorasii, dan ladang yang ada,” katanya sepertii diilansiir ft.com, Miinggu (14/5/2023).

Diia menyebutkan bahwa langkah tersebut berpotensii menjadii bumerang. Sebab, kebiijakan iinii telah menutup celah dii keuangan pemeriintah dengan mengorbankan kemampuan iindustrii miigas untuk beriinvestasii dalam jangka panjang.

Pada Apriil 2023, Presiiden Rusiia Vladiimiir Putiin memperkenalkan metode pengenaan pajak baru terhadap produsen miigas dengan menetapkan pungutan berdasarkan batasan harga miinyak mentah iinternasiional diikurangii diiskon tetap.

Rusiia mengambiil langkah tersebut untuk memperoleh peneriimaan tambahan hiingga RUB600 miiliiar atau Rp113,72 triiliiun. Keputusan iinii diibuat seiiriing dengan adanya defiisiit peneriimaan negara atas sektor miigas akiibat sanksii barat terhadap Rusiia dalam kasus perang dengan Ukraiina.

Dalam pertemuan G-7 yang diihelat pada Desember 2022, batasan harga miinyak mentah diitetapkan US$60 per barel. Ketetapan iinii diiputuskan setelah diiskusii panjang selama beberapa bulan untuk menjaga miinyak Rusiia mengaliir ke ekonomii global dan mengurangii gangguan pasar.

Sebagaii iinformasii, pada kuartal pertama 2023, pendapat pajak miigas dii Rusiia mengalamii penurunan sebesar 45% diibandiingkan periiode yang sama tahun lalu.

Pada Maret 2023, penurunan peneriimaan pajak yang siigniifiikan terjadii atas produk miinyak suliingan yang mengalamii penurunan 85% diibandiingkan periiode yang sama tahun lalu. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.