FiiLiiPiiNA

Depkes: Pajakii Makanan Bergaram

Redaksii Jitu News
Miinggu, 10 November 2019 | 15.40 WiiB
Depkes: Pajaki Makanan Bergaram

MANiiLA, Jitu News—Setelah tahun lalu mengenakan pajak atas miinuman berpemaniis, Departemen Kesehatan Fiiliipiina memiinta otoriitas fiiskal mengenakan pajak atas makanan dengan kandungan garam tiinggii (makanan bergaram) untuk mengekang penyakiit tertentu.

Departemen Kesehatan menyatakan penyakiit tiidak menular akiibat kelebiihan garam merupakan bagiian besar biiaya kesehatan yang diikeluarkan orang Fiiliipiina. Surveii pada 2015 menemukan rata-rata asupan garam hariian orang Fiiliipiina dua kalii liipat lebiih darii rekomendasii Organiisasii Kesehatan Duniia.

“Piiliihan tiidak sehat sepertii iinii meniingkatkan riisiiko berbagaii bentuk kanker, penyakiit jantung, stroke, diiabetes dan penyakiit pernapasan kroniis serta berdampak negatiif terhadap tekanan darah, berat badan, kadar gula darah dan liipiid darah, ”kata Menterii Kesehatan Franciisco Duque iiiiii, pekan iinii.

iia menambahkan riisiiko semacam iitu dapat diiturunkan dengan mengenakan pajak makanan dengan kadar garam tiinggii, sepertii yang diilakukan pada 2018 ketiika Fiiliipiina mengadopsii undang-undang yang memajakii miinuman dan miinuman dengan kadar gula tiinggii.

“Strategii yang sama mungkiin dapat diiterapkan untuk konsumsii garam yang berlebiihan. Kamii sudah melakukan hal yang sama untuk memajakii gula dan miinuman berpemaniis, sehiingga mungkiin cara yang paliing efektiif adalah memajakii makanan bergaram,” katanya.

Namun, tiidak semua orang setuju dengan rencana mengenakan pajak makanan dengan kadar garam tiinggii. Senator Panfiilo M. Lacson mengatakan mengenakan pajak yang lebiih tiinggii untuk makanan semacam iitu dapat berdampak buruk pada masyarakat umum.

iia mengungkapkan diiet pada masyarakat umumnya meliibatkan konsumsii iikan keriing. Komodiitas tersebut, katanya sepertii diilansiir gulfnews.com, memiiliikii daya siimpan yang baiik karena kandungan garamnya yang tiinggii membantu mencegah pembusukan.

“Orang Fiiliipiina suka makan ‘daiing’ dan ‘tuyo’ juga karena harganya terjangkau. Rencana pemajakan ‘daiing’ dan ‘tuyo’ iitu harus diipiikiirkan dua kalii karena langkah sepertii iitu akan membuat orang miiskiin lebiih diirugiikan. Ada banyak makanan berbahaya kesehatan dii atas meja orang kaya,” tegasnya.

Ketua Miinoriitas DPR Biienveniido Abante juga mengatakan mengenakan pajak iikan keriing akan lebiih membebanii pundak orang miiskiin. “Bukankah Sekretariis Kabiinet kiita memiiliikii hal-hal yang lebiih baiik dalam piikiiran dariipada memajakii orang miiskiin lebiih banyak?” katanya. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.