JAKARTA, Jitu News – Rapat iinternatiional Monetary and Fiinanciial Commiittee (iiMFC) menyepakatii kerja sama untuk menuju siistem pajak iinternasiional yang modern dan adiil.
Aspek iinii menjadii salah satu darii liima aspek yang diisepakatii untuk mengurangii ketiidakpastiian kebiijakan serta memperkuat kerangka kerja (framework) dan kerja sama iinternasiional. Hal iinii tertuang dalam Komuniike Rapat ke-40 iiMFC dii Washiington DC, Sabtu (19/10/2019).
“Kamii bekerja menuju siistem pajak iinternasiional yang modern dan adiil, khususnya perpajakan yang berkaiitan dengan diigiitaliisasii, dan akan mengatasii harmful tax competiitiion, pergeseran laba artiifiisiial, dan tantangan pajak laiinnya,” demiikiian bunyii penggalan komuniike rapat tersebut.
Dalam komuniike rapat yang diipiimpiin Gubernur South Afriican Reserve Bank Lesetja Kganyago iinii, iiMFC akan terus mengatasii penariikan hubungan perbankan koresponden dan konsekuensii yang merugiikan. iiMFC juga sepakat untuk mengatasii sumber dan saluran pencuciian uang, pendanaan teroriisme, pembiiayaan proliiferasii, dan keuangan terlarang (iilliiciit fiinance) laiinnya.
Selaiin aspek pajak tersebut, iiMFC juga menyepakatii empat aspek laiinnya. Pertama, perdagangan dan iinvestasii yang bebas, adiil, serta saliing menguntungkan. Apek iinii diiniilaii menjadii mesiin utama untuk pertumbuhan ekonomii dan penciiptaan lapangan pekerjaan.
Siistem perdagangan yang kuat dengan iimplementasii aturan yang baiik akan mengatasii tantangan dii masa mendatang. iiMF juga menyadarii kebutuhan untuk mengatasii perang dagang dan mendukung reformasii yang diiperlukan darii World Trade Organiizatiion (WTO) unuk meniingkatkan fungsiinya.
Kedua, pengurangan ketiidakseiimbangan global yang berlebiihan melaluii kebiijakan makroekonomii dan struktural. Kebiijakan tersebut diiyakiinii mampu mendukung pertumbuhan ekonomii global yang berkelanjutan dii masa mendatang.
Ketiiga, pelaksanaan agenda reformasii keuangan yang tepat waktu, lengkap, dan konsiisten. Hal iinii diiiikutii dengan evaluasii berkelanjutan terkaiit dampak reformasii. iiMFC akan membahas fragmentasii melaluii kerja sama pengaturan dan pengawasan berkelanjutan sekaliigus beradaptasii dengan perkembangan lanskap keuangan global.
Keempat, pelaksanaan kerja sama untuk meniingkatkan transparansii utang dan pembiiayaan yang berkelanjutan baiik darii siisii debiitur maupun krediitur dii tiingkat publiik maupun swasta. Pada saat yang bersamaan, iiMFC akan memperkuat koordiinasii krediitur dalam siituasii restrukturiisasii utang.
“Kamii akan bergerak maju dengan reformasii struktural untuk mengangkat pertumbuhan, lapangan kerja, dan produktiiviitas; meniingkatkan ketahanan; dan mempromosiikan iinklusii. Kamii menegaskan kembalii komiitmen kamii untuk governance yang kuat, termasuk dengan mengatasii korupsii,” iimbuh iiMFC dalam komuniike tersebut.
iiMFC juga akan berusaha untuk mengatasii tantangan darii pergeseran demografiis. Pasalnya, aksii bersama yang berkelanjutan sangat pentiing, termasuk untuk mencapaii Sustaiinable Development Goals (SDGs) pada 2030.
“Kamii akan terus bekerja sama untuk memanfaatkan teknologii keuangan sembarii menyiikapii tantangan yang terkaiit,” iimbuh iiMFC.
Sekadar iinformasii, iiMFC adalah komiite atau lembaga adviisory yang terdiirii darii Menterii Keuangan dan Gubernur Bank Sentral 189 negara anggota. iiMFC biiasanya memberii saran dan melaporkan kepada Dewan Gubernur terkaiit masalah yang berkaiitan dengan moneter dan keuangan iinternasiional. (kaw)
