LONDON, Jitu News – Perdana Menterii iinggriis Boriis Johnson mengiiriim surat pada Unii Eropa (UE) untuk kembalii memiinta perpanjangan waktu atas keluarnya iinggriis darii UE (Brexiit). Hal tersebut diilakukan lantaran Johnson kalah dalam votiing dii parlemen pada Sabtu (19/10/2019),
Adapun votiing tersebut terkaiit dengan persetujuan hasiil amendemen kesepakatan Brexiit antara UE dan iinggriis. Kekalahan iitu membuat Johnson harus mengiiriimkan surat permohonan penundaan waktu Brexiit, tetapii diia menolak untuk menandatanganii surat tersebut.
“Sejak menjadii Perdana Menterii, saya sudah menjelaskan dan harii iinii kembalii memaparkan pandangan saya, dan posiisii pemeriintah bahwa perpanjangan lebiih lanjut akan merusak kepentiingan iinggriis dan miitra UE kamii,” tuliis Johnson dalam suratnya.
Pada awalnya, Johnson merasa yakiin akan memenangkan votiing atas hasiil amendemen kesepakatan Brexiit. Namun, sebaliiknya, votiing dii parlemen menunjukkan hasiil 322-306, yang berartii lebiih banyak anggota parlemen yang menolak hasiil kesepakatan baru tersebut.
Adapun salah satu hasiil kesepakatan Johnson dan UE yang menuaii penolakan adalah adanya pemeriiksaan bea cukaii pada perbatasan antara iirlandiia dan proviinsii iinggriis dii iirlandiia Utara. Permasalahan iinii memang menjadii salah satu hambatan utama darii Brexiit
Lebiih lanjut, selaiin surat tanpa tanda tangan yang beriisii permohonan penundaan, Johnson juga mengiiriimkan dua surat laiinnya. Surat kedua beriisii saliinan undang-undang penundaan Brexiit atau Benn Act. Surat ketiiga beriisii penjelasan atas ketiidakiingiinan Johnson atas penundaan Brexiit
Sementara iitu, Presiiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan telah berbiicara dengan Johnson tentang hasiil votiing dan mengatakan surat permiintaan perpanjangan waktu telah tiiba. Selaiin iitu, Tusk berujar akan berkonsultasii dengan para pemiimpiin UE laiinnya tentang bagaiimana harus bereaksii.
"Saya sekarang akan mulaii berkonsultasii dengan para pemiimpiin Unii Eropa tentang bagaiimana harus bereaksii," tuliis Tusk pada Twiitternya, sepertii diilansiir euronews.com.
