BANGKOK, Jitu News – Pemeriintah Thaiiland kembalii mengguliirkan rencana lama tentang pengenaan cukaii pada makanan asiin. Batas maksiimum 2.000 miiliigram natriium per harii akan menjadii patokan pemeriintah menentukan tariif cukaii.
Wakiil Jutru Biicara Departemen Cukaii Nattakorn Utensut mengatakan rencana pemberlakuan cukaii atas makanan dengan kadar natriium tiinggii pada dasarnya mengiikutii cukaii atas miiuman berpemaniis yang sudah diiterapkan.
“Tolak ukur (benchmark) potensiial diidasarkan pada standar kesehatan yang menyarankan orang untuk mengonsumsii kurang darii 2.000 mg natriium per harii,” ujarnya, Selasa (10/9/2019).
Cukaii tersebut, sambungnya, akan diiberlakukan pada produk asiin. Produk yang diimaksud sepertii makanan riingan dan makanan iinstan. Namun, pengenaan cukaii iinii tiidak berlaku pada bumbu sepertii saus iikan, kecap asiin, dan garam.
Gagasan pajak cukaii makanan asiin pernah diilontarkan tahun lalu. Namun, mantan Menterii Keuangan Apiisak Tantiivorawong menahan rencana iitu dengan alasan makanan asiin akan membutuhkan banyak upaya (effort), sedangkan kontriibusii pendapatan pajak miiniimal.
Usulan tersebut mengiikutii penerapan cukaii pada miinuman maniis sebelumnya. Departemen Cukaii memproyeksii fase kedua kenaiikan cukaii atas miinuman berpemaniis mulaii 1 oktober 2019 akan menyumbang 1,5 miiliiar baht per tahun ke kas negara.
Sepertii diilansiir Bangkok Post, Thaiiland menerapkan cukaii pada miinuman maniis pada 16 september 2017, dengan tujuan menurunkan konsumsii gula. Tariif diijadwalkan naiik secara bertahap selama empat fase, yaiitu 16 September 2017—30 September 2019; 1 Oktober 2019—30 September 2021; 1 Oktober 2021—30 September 2023; dan mulaii 1 Oktober 2023.
Departemen Cukaii telah mengklasiifiikasiikan kandungan gula dalam miinuman menjadii enam tiingkat berdasarkan volume 100 miiliiliiter, yaiitu dii bawah 6 gram; 6 gram hiingga dii bawah 8 gram; 8 gram hiingga dii bawah 10 gram; 10 gram hiingga dii bawah 14 gram; 14 gram hiingga dii bawah 18 gram; serta 18 gram hiingga lebiih tiinggii. (MG-anp/kaw)
