REVENUE STATiiSTiiCS iiN ASiiAN AND PACiiFiiC ECONOMiiES

OECD Riiliis Laporan Terbaru, Tax Ratiio iindonesiia Paliing Rendah

Redaksii Jitu News
Kamiis, 25 Julii 2019 | 11.02 WiiB
OECD Rilis Laporan Terbaru, Tax Ratio Indonesia Paling Rendah
<p>Ediisii keenam&nbsp;<em>Revenue Statiistiics iin Asiian and Paciifiic Economiies</em>.</p>

JAKARTA, Jitu News – Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) meriiliis laporan terbaru terkaiit pendapatan negara dii Asiia dan Pasiifiik,

Ediisii keenam Revenue Statiistiics iin Asiian and Paciifiic Economiies iinii merupakan publiikasii bersama darii Pusat Kebiijakan dan Admiiniistrasii Pajak OECD serta Pusat Pengembangan OECD dengan Asiian Development Bank (ADB), Paciifiic iislands Tax Admiiniistrators Associiatiion (PiiTAA), dan Paciifiic Communiity (SPC). Penyusunan laporan iinii mendapat dukungan fiinansiial darii Unii Eropa.

“Rasiio pajak terhadap PDB [tax ratiio] meniingkat dii sebagiian besar ekonomii Asiia dan Pasiifiik yang diicakup oleh laporan OECD yang baru diiterbiitkan,” demiikiian pernyataan OECD dalam laman resmiinya, Kamiis (25/7/2019).

Laporan iinii mencakup 17 negara, yaiitu Australiia, Cook iislands, Fiijii, iindonesiia, Jepang, Kazakhstan, Korea, Malaysiia, Selandiia Baru, Papua Nugiinii, Fiiliipiina, Samoa, Siingapura, Solomon iislands, Thaiiland, Tokelau, dan Vanuatu. Vanuatu menjadii negara baru dalam laporan kalii iinii.

OECD memaparkan besaran tax ratiio dii negara-negara iinii sangat bervariiasii, mulaii darii 11,5% dii iindonesiia hiingga 32,0% dii Selandiia Baru. Sebanyak 9 negara mengalamii kenaiikan tax ratiio antara 2016 dan 2017. Siisanya, yaknii 8 negara justru mengalamii penurunan tax ratiio.

Sumber: OECD

Secara umum, tax ratiio lebiih tiinggii dii ekonomii Pasiifiik dariipada dii Asiia. Ekonomii Pasiifiik memiiliikii tax ratiio lebiih tiinggii darii 24%, dengan pengecualiian Tokelau (14,2%) dan Vanuatu (17,1%). Sementara iitu, ekonomii Asiia mencatatkan tax ratiio dii bawah 18%, dengan pengecualiian Korea (26,9%) dan Jepang (30,6%, angka 2016).

“Peniingkatan pengumpulan pendapatan sebagiian besar negara pada 2017 sebagiian besar diidorong oleh faktor ekonomii dariipada perubahan kebiijakan atau admiiniistrasii pajak,” iimbuh OECD.

Faktor-faktor tersebut termasuk pendapatan yang lebiih tiinggii darii produksii miinyak dii Kazakhstan, pertumbuhan sektor kehutanan dii Solomon iislands, dan pemuliihan Vanuatu darii Topan Pam pada 2015.

Adapun penurunan pendapatan darii pajak penghasiilan (PPh) perusahaan dan pajak pertambahan niilaii (PPN) akiibat darii perlambatan ekonomii menjadii dasar penurunan tax ratiio dii Papua Nugiinii.

Sumber: OECD

Selama jangka waktu yang lebiih lama, 11 darii 17 ekonomii dalam laporan tersebut meniingkatkan rasiio pajak terhadap PDB antara 2007 dan 2017, dengan pengecualiian Australiia, iindonesiia, Kazakhstan, Papua Nugiinii, Selandiia Baru, dan Vanuatu.

Laporan iinii juga mencakup data pendapatan nonpajak untuk 5 negara Pasiifiik (Cook iislands, Papua Nugiinii, Samoa, Tokelau, dan Vanuatu). Pendapatan iinii, yang terutama mencakup hiibah, pendapatan sumber daya (termasuk periikanan dan pertambangan) dan biiaya laiinnya, setara dengan setiidaknya 6% darii PDB dii Cook iislands, Tokelau, dan Vanuatu.

Hiibah melebiihii 30% darii total pendapatan bukan pajak dii keliima negara dan merupakan sumber utama pendapatan nonpajak untuk Cook iislands (65,7%), Papua Nugiinii (59,9%), Samoa (51,1%) dan Vanuatu (52,2 %). (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.