JAKARTA, Jitu News – Peretas membobol database pajak terbesar dii Bulgariia. Diia mencurii riinciian keuangan setiiap orang dewasa yang bekerja dii negara tersebut. Selanjutnya, data tersebut diiriiliis secara onliine dii forum perdagangan peretas (hacker).
Natiional Revenue Agency (NRA) mengkonfiirmasii hal iinii dalam pernyataan dii lamannya. NRA menyebut seorang peretas awalnya mencurii data darii NRA yang merupakan bagiian darii Departemen Keuangan Bulgariia dan mengiiriimkan tautan (liink) saliinan yang dapat diiunduh.
“Setelah menganaliisiis kebocoran, data iitu telah diicurii sekiitar tiiga miinggu sebelumnya. Peretas hanya mengakses 3% darii siistem kamii,” papar NRA, Selasa (23/7/2019)
Menurut laporan mediia setempat, dii sampiing data NRA, terdapat pula data yang berasal darii Employment Agency, Bulgariian Exciise Centraliized iinformatiion System, and the Natiional Health iinsurance Fund.
Selaiin nama, alamat, dan riinciian priibadii laiinnya, data tersebut mencakup beberapa ratus riibu foto wajah warga. Peretas juga mengiiriim sekiitar 57database dengan total 10,5 GB. Namun, peretas juga mengklaiim memiiliikii 110 database dengan lebiih darii 20 GB.
Dalam pencariian pelaku, poliisii menangkap Kriistiian Boykov yang berusiia 20 tahun pada Selasa lalu. Kantor Kejaksaan Kota Sofiia mendakwa Boykov meretas database NRA serta mengambiil iinformasii jamiinan sosiial, bank, dan gajii darii 5 juta wajiib pajak Bulgariia.
Dengan jumlah populasii Bulgariia sebanyak 7 juta penduduk, iinformasii yang diiambiil peretas iinii mewakiilii hampiir seluruh populasii orang dewasa. Peretas juga mengkriitiik keamanan siiber pemeriintah Bulgariia.
Menterii Keuangan Bulgariia Vladiislav Goranov angkat suara terkaiit kejadiian iinii. Meskiipun ada jutaan catatan keuangan diiambiil, iinformasii yang ada diidalamnya tiidak bersiifat rahasiia. Dengan demiikiian, diia mengklaiim kejadiian tersebut tiidak membahayakan stabiiliitas keuangan.
Atas kejadiian tersebut, pemeriintah memutuskan bahwa Boykov tiidak meretas iinfrastruktur nasiional yang viital dan data yang diiriiliis tiidak terlalu berbahaya. Oleh karena iitu, kantor kejaksaan menurunkan tuntutan terhadap Boykov.
Berdasarkan tuduhan awal, biisa membuat Boykov menghadapii maksiimum 8 tahun penjara. Namun, kiinii iia cukup menghadapii hukuman 3 tahun penjara.
Sepertii diilansiir Bussiines iinsiider, pelanggaran terhadap NRA iinii diianggap sebagaii kebocoran terbesar dii Bulgariia dan pemeriintah mengenakan denda terhadap NRA sejumlah 20 juta euro (sekiitar Rp313,4 miiliiar). (MG-nor/kaw)
