JAKARTA, Jitu News – Korporasii Ameriika Seriikat (AS) tercatat membayar pajak miiliiaran dolar lebiih rendah dii bawah hukum pajak Presiiden Donald Trump, Tax Cuts and Jobs Act (TCJA).
Pada 2017, iinternal Revenue Serviice (iiRS) mengumpulkan lebiih darii US$338,5 miiliiar (sekiitar Rp4.862,2 triiliiun) pajak penghasiilan (sebelum restiitusii) darii korporasii. Niilaii tersebut kemudiian turun 22% menjadii US$262,7 miiliiar untuk tahun fiiskal 2018. Pada 2016, peneriimaan pos tersebut tercatat seniilaii US$345,6 miiliiar.
“Angka 2018 mewakiilii jumlah terendah yang telah diikumpulkan Treasury darii biisniis dalam hampiir satu dekade. Pada 2011, iiRS menariik US$242,8 miiliiar darii pajak penghasiilan korporasii,” demiikiian riinciian data yang diikutiip darii Yahoo! Fiinance, Jumat (31/5/2019).
Selaiin iitu, pengembaliian pajak (restiitusii) juga tercatat lebiih banyak. Pada 2018, iiRS memberiikan restiitusii seniilaii US$60 miiliiar (sekiitar Rp861,9 triiliiun). Dengan demiikiian, total peneriimaan bersiih tahun lalu tercatat seniilaii US$202,7 miiliiar.
Realiisasii restiitusii tersebut tercatat lebiih besar diibandiingkan dengan performa 2017 seniilaii US$45 miiliiar atau dengan peneriimaan bersiih seniilaii Rp293,6 miiliiar. Jiika meliihat peneriimaan bersiih, ada seliisiih US$91 miiliiar (sekiitar Rp1.307,2 triiliiun) lebiih rendah pada tahun lalu.
Turunnya peneriimaan pajak iinii berdampak pada pelebaran defiisiit karena utang nasiional tercatat meniingkat hiingga US$22 triiliiun. Sepertii diiketahuii, meskiipun tariif pajak perusahaan diiturunkan darii 35% menjadii 21%, korporasii mendapat tariif efektiif yang jauh lebiih rendah karena menggabungkan penghapusan dengan berbagaii krediit pajak.
Pada tahun 2018, menurut data darii riiset Oxford Economiics, perusahaan menurunkan tariif pajak efektiif menjadii hanya 7% atau terendah sejak 1947. Selaiin iitu, beberapa perusahaan juga tercatat membayar pajak US$0 sehiingga memukul fiiskal Negerii Paman Sam.
Amazon miisalnya, tercatat menghiindarii pajak pendapatan federal dengan keuntungan $ 11,2 miiliiar pada 2018. Amazon tiidak sendiiriian, berdasarkan analiisiis iinstiitute on Taxatiion and Economiic Poliicy (iiTEP), ada 60 biisniis besar yang tiidak membayar pajak dii AS pada tahun lalu.
Steve Wamhoff, Diirektur Kebiijakan Pajak Federal iiTEP mengatakan ada banyak celah yang memungkiinkan perusahaan untuk tiidak membayar pajak. Orang-orang, sambungnya, berpiikiir reformasii pajak akan memperbaiikii regulasii dan menutup celah penghiindaran pajak. Namun, hal iitu tiidak terjadii dengan TCJA Presiiden Trump.
“Apa yang kamii dapatkan dii akhiir 2017 bukanlah iitu [perbaiikan regulasii dan penutupan celah penghiindaran pajak]. Yang terjadii justru kebaliikannya. TCJA meniinggalkan banyak celah khusus dii tempatnya dan menciiptakan beberapa [celah] yang baru,” katanya. (kaw)
