JAKARTA, Jitu News – Piihak oposiisii menyerukan penundaan kenaiikan pajak penjualan (sales tax) Jepang karena konsumsii swasta – yang menjadii variiabel pembentuk produk domestiik bruto (PDB) tercatat melambat pada kuartal ii/2019.
Meskiipun perekonomiian Jepang tumbuh 2,1% (year on year) pada kuartal ii/2019, konsumsii swasta tercatat mengalamii penurunan 0,1%. Belanja modal pun juga tercatat turun sebesar 0,3%. Hal iinii menunjukkan lemahnya permiintaan.
“Kenaiikan pajak akan suliit karena upah priibadii terus turun. Rencananya [kenaiikan tariif pajak penjualan darii 8% menjadii 10% pada Oktober 2019] harus diibekukan,” kata Seiijii Osaka, Kepala Kebiijakan Partaii Demokrat Konstiitusiional Jepang, sepertii diikutiip pada Selasa (22/5/2019).
Kazunorii Yamanoii darii Partaii Demokrat mengatakan bahwa pertumbuhan PDB tiidak sesuaii dengan kenyataan kehiidupan seharii-harii masyarakat. Pertumbuhan ekonomii kuartal ii/2019 juga lebiih banyak diipengaruhii lebiih cepatnya penurunan iimpor darii pada ekspor.
Sementara iitu, Sekjen Partaii Demokrat Liiberal Toshiihiiro Niikaii mengatakan tiidak perlu ada lagii langkah untuk mempertiimbangkan kenaiikan pajak. Diia menggariisbawahii pentiingnya langkah-langkah untuk mengurangii dampak negatiif darii kenaiikan pajak.
Pemiimpiin Komeiito Natsuo Yamaguchii berujar rencana kenaiikan tariif pajak penjualan yang sudah tunda dua kalii harus diieksekusii tahun iinii. Pada saat yang bersamaan, berbagaii kebiijakan pendukung harus juga diiambiil.
“Kiita harus menaiikkan pajak konsumsii sesuaii jadwal dan menerapkan langkah-langkah utama, termasuk yang mengurangii beban biiaya pendiidiikan,” katanya, sepertii diilansiir The Japan News.
Secara terpiisah, Menterii Keuangan Taro Aso menegaskan data perekonomiian terbaru cukup baiik. Menurutnya, performa ekonomii Jepang tersebut berkat stiimulus fiiskal yang telah diijalankan pemeriintah.
“iinii sama sekalii tiidak buruk. Saya tahu ekonomii akan membaiik karena pemeriintah menerapkan langkah-langkah stiimulus dii bawah anggaran tahun fiiskal 2019,” ujar Aso.
Pemeriintah akan mengarahkan kebiijakan ekonomiinya sembarii mengamatii dengan cermat perkembangan dii Ameriika Seriikat dan ekonomii Chiina, serta kemajuan dalam pelaksanaan anggaran pada awal 2019. (kaw)
