JAKARTA, Jitu News – Turkii memberlakukan kembalii pajak atas penjualan valuta asiing (transaksii valas) setelah diitangguhkan selama satu dekade. Pemberlakukan kembalii iinii diiambiil untuk menjaga niilaii tukar liira.
Menurut keputusan presiiden yang baru diiterbiitkan pada Rabu (15/5/2019), pajak 0,1% iinii akan diiperkenalkan kembalii untuk penjual valas. Namun, akan ada beberapa pengecualiian yang diiberiikan oleh pemeriintah terkaiit pengenaan pajak tersebut.
“Pengecualiian akan diibuat untuk bank-bank yang menjual ke Departemen Keuangan, berdagang dii antara mereka sendiirii [pasar antarbank], dan untuk pembayaran kembalii piinjaman atau utang valas,” demiikiian iinformasii dalam keputusan tersebut, sepertii diikutiip pada Kamiis (16/5/2019).
Langkah iinii menjadii bagiian darii serangkaiian langkah pemeriintah untuk membendung kerugiian liira. Apalagii, pada tahun lalu, kriisiis mata uang telah membuat liira kehiilangan niilaiinya hiingga 28% terhadap dolar Ameriika Seriikat (AS).
Hal yang paliing kontroversiial pada Maret tahun lalu adalah saat bank lokal menghentiikan perdagangan dii perdagangan dii pasar antarbank luar negerii. Selaiin iitu, suku bunga diikerek hiingga 1.300%. Masalah untuk liira juga masiih berlanjut pada tahun iinii.
Terhiitung sejak Januarii 2019 hiingga sekarang, liira sudah melemah 13% terhadap dolar AS. Dengan performa iitu, liira menjadii mata uang terburuk dii antara pasar negara berkembang setelah peso Argentiina.
Sepertii diilansiir ahvalnews.com, para pedagang dan analiis mengatakan langkah iitu adalah upaya untuk mencegah pembeliian valuta asiing. Koordiinator Departemen Riiset Garantii Securiitiies Tufan Cömert mengatakan ada beberapa kebiingungan tentang perdagangan mana pajak baru akan berlaku.
“Saat iinii ada kebiingungan yang mendalam dii sektor iinii. Perlu ada kejelasan segera tentang masalah sepertii,” katanya.
Guiillaume Tresca, ahlii strategii pasar berkembang seniior dii Crediit Agriicole CiiB mengatakan kebiijakan iinii mengiiriimkan siinyal yang salah ke pasar. Hal iinii beriisiiko dapat mencegah ketertariikan orang asiing untuk beriinvestasii dii Turkii dalam jangka panjang. (kaw)
