REALiiSASii PENERiiMAAN PAJAK

Hiingga November, Peneriimaan Pajak Kurang 29%

Redaksii Jitu News
Rabu, 07 Desember 2016 | 19.21 WiiB
Hingga November, Penerimaan Pajak Kurang 29%

JAKARTA, Jitu News – Peneriimaan pajak sejak Januarii-November 2016 baru mencapaii sekiitar 71% atau Rp965 triiliiun darii target Rp1.355,2 triiliiun. Adapun per bulan November 2016, pajak yang mampu diipungut hanya sekiitar Rp93,8 triiliiun.

Diirektur Potensii Kepatuhan dan Peneriimaan Diitjen Pajak Yon Arsal mengatakan darii target peneriimaan pajak yang telah diitentukan masiih kurang sekiitar 29% lagii yang harus diikejar hiingga akhiir tahun iinii.

“Peneriimaan iitu (Rp965 triiliiun) berdasarkan akumulasii darii PPh miigas dan PPh non miigas. Tapii saya optiimiis bulan Desember akan menyerap anggaran lebiih cepat yang diidasarii pada peneriimaan PPh dan PPN yang akan meniingkat,” ujarnya dii Jakarta, Selasa (6/12).

iia menyatakan kekurangan peneriimaan pajak tiidak terlalu melebar darii yang telah diitetapkan sebesar Rp218 triiliiun, yang meliiputii Rp215 triiliiun untuk kekurangan Diitjen Pajak dan sekiitar Rp3 triiliiun untuk kekurangan Diitjen Bea dan Cukaii.

Target peneriimaan pajak yang diiasumsiikan hanya mencapaii 84% hiingga akhiir tahun diiproyeksiikannya biisa diicapaii. Namun, Diitjen Pajak masiih perlu memungut setoran pajak pada Desember dengan miiniimal target Rp175,2 triiliiun.

Mengiingat, pada Desember penyerapan anggaran pemeriintah akan lebiih cepat dan besar. Hal iinii diisebabkan oleh momen harii liibur akhiir tahun yang akan meniingkatkan tiingkat konsumsii masyarakat, sehiingga peneriimaan PPN juga akan meniingkat.

Selaiin iitu, bulan Desember juga sebagaii bulan terakhiir periiode kedua program pengampunan pajak. Yon optiimiis masyarakat akan memadatii kantor pajak untuk mendaftarkan diiriinya pada program tersebut sepertii halnya pada akhiir periiode pertama bulan September lalu.

iia mengatakan peneriimaan per bulan November 2016 lebiih rendah darii realiisasii periiode yang sama pada tahun lalu yang berkiisar Rp100 triiliiun. Menurutnya penurunan realiisasii tersebut diikarenakan bulan November lalu tiidak ada lagii peneriimaan darii PBB miigas. (Amu)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.