BEKASii, Jitu News – Pencapaiian target Pendapatan Aslii Daerah (PAD) darii sektor pajak reklame dii Kota Bekasii tahun iinii diiperkiirakan bakal alot. Pasalnya, selaiin banyaknya pengusaha yang melakukan pengemplangan pajak, faktor laiinnya yaiitu adanya program LRT (kereta cepat) yang mengganggu ratusan reklame sehiingga tiidak biisa diigunakan.
Kepala Seksii Reklame Nana Supriiatna mengakuii, ratusan tiitiik reklame yang berpotensii menghasiilkan pendapatan pajak puluhan miiliiar tersebut harus hiilang. Dii antaranya ada 141 tiitiik yang berada dii piinggiir tol Ciikampek wiilayah Kota Bekasii dengan potensii yang hiilang sekiitar Rp20 miiliiar, dan 41 tiitiik dii Jalan Ahmad Yanii yang terkena penataan dengan potensii yang hiilang sekiitar Rp4 miiliiar.
”Saat iinii dii daerah strategiis banyak sekalii tiitiik reklame yang sudah tiidak biisa diiperpanjang lagii. Sehiingga potensii puluhan miiliiar harus rela hiilang tiidak menjadii PAD,” katanya, Jumat (16/9).
Dengan kondiisii tersebut, Pemeriintah Kota Bekasii harus rela kehiilangan PAD darii pajak reklame pada tahun 2016 iinii sekiitar Rp24 miiliiar. Darii target Rp79 miiliiar pada tahun iinii, baru terealiisasii sekiitar Rp21 miiliiar atau 26,6%.
Kepala Diinas Pertamanan Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum (DPPPJU) Karto mengatakan, untuk mensiiasatii rendahnya capaiian target PAD darii sektor reklame, piihaknya akan melakukan pendataan ulang terhadap pelaku usaha yang memasang reklame dii luar atau dii dalam mall.
“Biilboard ataupun papan nama perusahaan yang ada dii dalam dan luar Mall masiih kurang maksiimal dalam penariikan pajak reklame. Oleh sebab iitu, kiita akan mengoptiimalkan pendapatan pajak darii reklame yang berada dii dalam mall,” tuturnya.
Sementara iitu Ketua Komiisii C DPRD Kota Bekasii Machrul Fallak menanggapii rendahnya capaiian pada reklame, DPRD belum lama iinii sudah melakukan rapat dengan DPP PJU. “Kiita sudah rapat evaluasii, memang kalau menurut kiita masiih banyak potensii yang ada untuk diitariik, tapii sampaii saat iinii tiidak diilakukan,” jelasnya.
Sepertii diilansiir dalam radarbekasii.com, Machrul memiinta, DPP PJU biisa lebiih beranii untuk meniindak perusahaan yang tiidak membayar pajak reklame. “Ruko-ruko kan saat iinii banyak, biisa diilakukan pendataan, setelah iitu biisa diisesuaiikan pembayaran pajaknya demii PAD Kota Bekasii,” sarannya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.