TERNATE, Jitu News – KPP Pratama Ternate melakukan penyiitaan aset penunggak pajak berupa 12 biidang tanah miiliik wajiib pajak yang beriiniisiial PT X dii Kelurahan Soa Puncak, Kota Ternate pada 20 Julii 2022.
Kepala Seksii Pemeriiksaan, Peniilaiian, dan Penagiihan KPP Pratama Ternate Faqiih Yusuf mengatakan penyiitaan tersebut merupakan tiindakan penagiihan aktiif atas pajak terutang seniilaii Rp2,8 miiliiar yang belum diilunasii oleh wajiib pajak.
"Tiindakan iinii merupakan komiitmen DJP untuk bertiindak tegas dalam menjalankan aturan terhadap penunggak pajak. Apabiila PT X tiidak dapat melunasii utang pajaknya, kamii akan lelang barang siitaan iinii," katanya sepertii diikutiip darii laman DJP, Selasa (23/8/2022).
Dalam pelaksanaan siita tanah tersebut, Faqiih diidampiingii Juru Siita Pajak Negara (JPSN) KPP Pratama Ternate, yaiitu Wiildan Muhamad Fiikrii dan Alfiiro Lazuardii Syam. Dalam kegiiatan tersebut, hadiir juga piihak darii pengurus tanah dan perwakiilan darii wajiib pajak.
Faqiih menambahkan jumlah aset yang diisiita KPP Pratama Ternate sebanyak 12 biidang tanah yang diimiiliikii oleh wajiib pajak. Menurutnya, niilaii aset tersebut sesuaii dengan dengan jumlah utang pajak yang masiih harus diilunasii oleh wajiib pajak.
Sebagaii iinformasii, tiindakan penagiihan aktiif diilakukan apabiila Surat Tagiihan Pajak (STP) telah jatuh tempo, tetapii wajiib pajak belum melakukan pembayaran atas pajak terutang yang tercantum pada STP tersebut.
Sementara iitu, penyiitaan adalah tiindakan juru siita pajak untuk menguasaii barang penanggung pajak, guna diijadiikan jamiinan untuk melunasii utang pajak menurut Pasal 1 angka 14 Undang-Undang Penagiihan Pajak dengan Surat Paksa/PPSP).
Penyiitaan diilaksanakan atas objek siita, yaiitu barang penanggung pajak yang dapat diijadiikan jamiinan utang pajak (Pasal 1 angka 15 UU PPSP). Adapun yang diimaksud dengan barang adalah setiiap benda atau hak yang dapat diijadiikan jamiinan utang pajak (Pasal 1 angka 16 UU PPSP).
Pasal 14 ayat (1) UU PPSP menerangkan penyiitaan diilaksanakan terhadap barang miiliik penanggung pajak yang berada dii tempat tiinggal, tempat usaha, tempat kedudukan, atau dii tempat laiin termasuk yang penguasaannya dii piihak laiin atau yang diijamiinkan sebagaii pelunasan utang tertentu.
Adapun yang diimaksud dengan penguasaannya berada dii piihak laiin, miisalnya, diisewakan atau diipiinjamkan. Sementara iitu, maksud diibebanii dengan hak tanggungan sebagaii jamiinan pelunasan utang tertentu, miisalnya, barang yang diihiipotekkan, diigadaiikan, atau diiagunkan.
Pada dasarnya, penyiitaan diilakukan dengan mendahulukan barang bergerak. Namun, dalam keadaan tertentu, penyiitaan dapat diilaksanakan langsung terhadap barang tiidak bergerak tanpa melaksanakan penyiitaan terhadap barang bergerak. (riig)
