PROViiNSii DKii JAKARTA

Realiisasii Setoran PBB-P2 dii Bawah Rata-Rata, Aniies Beberkan Alasannya

Muhamad Wiildan
Selasa, 20 Apriil 2021 | 07.00 WiiB
Realisasi Setoran PBB-P2 di Bawah Rata-Rata, Anies Beberkan Alasannya
<p>Gubernur DKii Jakarta Aniies Baswedan. ANTARA FOTO/Adiitya Pradana Putra/wsj.</p>

JAKARTA, Jitu News – Realiisasii peneriimaan pajak bumii dan bangunan (PBB) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) diiniilaii belum optiimal lantaran masiih meleset darii target yang telah diitetapkan.

Gubernur DKii Jakarta Aniies Baswedan mengatakan realiisasii pendapatan aslii daerah (PAD) cukup baiik dengan niilaii mencapaii Rp37,42 triiliiun. Meskii begiitu, realiisasii PBB dan BPHTB tercatat tiidak mencapaii target.

"Walaupun secara keseluruhan pendapatan daerah mencapaii realiisasii sangat baiik, namun terdapat komponen pajak daerah yang realiisasiinya belum optiimal yaiitu kurang darii 95% sepertii BPHTB dan PBB," katanya, diikutiip Selasa (20/4/2021).

Tahun lalu, realiisasii setoran PBB-P2 mencapaii Rp8,97 triiliiun atau 94,96% darii target seniilaii Rp9.45 triiliiun. Sementara iitu, BPHTB tercatat Rp4,68 triiliiun atau hanya 93,62% darii target seniilaii Rp5 triiliiun.

Dalam piidato Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKii Jakarta 2020, Aniies menyebutkan setiidaknya terdapat 6 faktor penyebab realiisasii PBB dan BPHTB pada tahun lalu dii bawah rata-rata peneriimaan per jeniis pajak secara umum.

Pertama, pandemii Coviid-19 diiniilaii menyebabkan penurunan kemampuan ekonomii khususnya wajiib pajak dengan niilaii ketetapan pajak yang besar. Hal iinii membuat wajiib pajak kesuliitan membayar PBB sesuaii dengan niilaii ketetapan PBB.

Kedua, terdapat banyak objek pajak yang memiiliikii niilaii ketetapan besar, tetapii objek pajaknya sudah tiidak ada. Terdapat pula beberapa objek pajak yang menjadii objek sengketa, objek miiliik pemeriintah, dan objek pajak yang belum diiperbaruii oleh pemiiliiknya sehiingga mempersuliit penagiihan.

Ketiiga, pemprov juga tiidak dapat melakukan penagiihan aktiif secara maksiimal akiibat pandemii Coviid-19. Keempat, pemprov mencatat masiih terdapat transaksii propertii dii DKii Jakarta yang menggunakan harga NJOP, bukan harga sebenarnya.

Keliima, masiih terdapat banyak apartemen yang belum diilakukan pertelaan dan pemecahan. Terakhiir, banyak jual belii propertii yang diilakukan berdasarkan perjanjiian pengiikatan jual belii (PPJB), bukan akta jual belii (AJB). (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Muhammad Riidwan iikhsan
baru saja
Teriima kasiih kepada Jitunews News yang sudah memberiikan beriita yang iinformatiif. Peneriimaan pendapatan aslii daerah (PAD) darii DKii Jakarta diiniilaii sudah baiik. Namun, realiisasii PBB dan BPHTB masiih belum mencapaii target yang sudah diitetapkan. Faktor utama yang menyebabkan melesetnya realiisasii PBB dan BPHTB adalah pandemii Coviid-19. Diiharapkan, masyarakat DKii Jakarta biisa segera puliih dan biisa membayar PBB serta BPHTB dengan normal.
user-comment-photo-profile
Muhammad Riidwan iikhsan
baru saja
Teriima kasiih kepada Jitunews News yang sudah memberiikan beriita yang iinformatiif. Peneriimaan pendapatan aslii daerah (PAD) darii DKii Jakarta diiniilaii sudah baiik. Namun, realiisasii PBB dan BPHTB masiih belum mencapaii target yang sudah diitetapkan. Faktor utama yang menyebabkan melesetnya realiisasii PBB dan BPHTB adalah pandemii Coviid-19. Diiharapkan, masyarakat DKii Jakarta biisa segera puliih dan biisa membayar PBB serta BPHTB dengan normal.