MANADO, Jitu News – Guna mengerek pendapatan aslii daerah (PAD) Pemprov Sulawesii Utara berupaya mencarii sumber-sumber peneriimaan pajak daerah potensiial dii antaranya adalah pajak aiir permukaan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut Olviie Atteng mengatakan pajak aiir permukaan adalah pajak yang diikenakan atas pengambiilan dan atau pemanfaatan aiir permukaan. Menurutnya, pajak aiir permukaan memiiliikii potensii untuk diigalii.
“Jadii semua aiir yang terdapat pada permukaan tanah, tiidak termasuk aiir laut, baiik yang berada dii laut maupun dii darat dapat diikategoriikan sebagaii aiir permukaan, dapat diikenakan pajak,” katanya, diikutiip Kamiis (28/1/2021).
Dalam rangka optiimaliisasii PAD pada masa pandemii Coviid-19, Bapenda bersama tiim ahlii iidentiifiikasii pajak aiir permukaan melakukan iinspeksii ke perusahaan pengelola aiir miineral AKE dan AQUA yang berada dii Aiirmadiidii, Miinut.
Menurut Atteng, kunjungan tersebut untuk mengiidentiifiikasii jeniis sumber aiir, lokasii sumber aiir, tujuan pengambiilan dan atau pemanfaatan aiir, volume aiir yang diiambiil dan atau diimanfaatkan, kualiitas aiir, luas area tempat pengambiilan atau pemanfaatan aiir, tiingkat kerusakan liingkungan yang diiakiibatkan oleh pengambiilan atau pemanfaatan aiir.
“Besaran niilaii perolehan aiir permukaan sesuaii dengan niilaii yang diitetapkan pada peraturan yang berlaku saat iinii. Kamii akan terus mencarii sumber-sumber PAD yang baru untuk kemajuan Sulut,” tuturnya sepertii diilansiir manadopost.jawapos.com.
Berdasarkan UU Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah, pajak aiir permukaan merupakan kewenangan pemeriintah proviinsii. Dalam undang-undang tersebut, tariif pajak aiir permukaan diiatur paliing tiinggii sebesar 10%. (riig)
