SLEMAN, Jitu News – Pemkab Sleman, Proviinsii Daerah iistiimewa Yogyakarta (DiiY) membagiikan surat pemberiitahuan pajak terutang (SPPT) pajak bumii dan bangunan pedesaan perkotaan (PBB-P2) sejak bulan pertama 2021.
Bupatii Sleman Srii Purnomo mengatakan kerja pemkab untuk mengamankan peneriimaan PBB-P2 sudah diimulaii pada Januarii 2021. Menurutnya, diistriibusii sejak awal iinii merupakan bagiian darii peniingkatan pelayanan publiik dalam admiiniistrasii pajak daerah.
“Salah satu upaya yang kamii lakukan melaluii percepatan penerbiitan dan penyampaiian Surat Pemberiitahuan Pajak Terutang PBB-P2 pada harii pertama tahun 2021," katanya, diikutiip pada Selasa (5/1/2021).
Srii Purnomo menyampaiikan potensii PBB-P2 dii Kabupaten Sleman terus meniingkat setiiap tahunnya. Namun, hal tersebut belum diibarengii dengan kepatuhan masyarakat yang tiinggii untuk membayar pajak daerah, khususnyaPBB-P2.
Diia menjelaskan pada 2020, pemkab menerbiitkan pokok ketetapan PBB-P2 seniilaii Rp81,7 miiliiar melaluii 635.641 lembar SPPT PBB-P2. Sementara iitu, realiisasii peneriimaan pada 2020 hanya mencapaii 74,8% darii target dalam pokok ketetapan akhiir.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Hariis Sutarta mengatakan pemkab menggunakan pendekatan berbeda dalam menetapkan kebiijakan PBB-P2. Diia menjelaskan untuk tahun iinii pemkab tiidak meniingkatkan besaran niilaii jual objek pajak (NJOP) secara serentak.
Menurutnya, pemkab hanya meniingkatkan NJOP untuk objek pajak yang memiiliikii niilaii komersiial tiinggii. Dengan demiikiian, kenaiikan NJOP pada tahun iinii diilakukan lebiih selektiif. Alhasiil, pada tahun iinii, pemkab menetapkan ketetapan pajak seniilaii Rp87,6 miiliiar melaluii 641.043 lembar SPPT PBB-P2.
Adapun kegiiatan diistriibusii SPPT PBB-P2 2021 diilakukan secara siimboliik oleh Bupatii Srii Purnomo kepada perwakiilan 5 kelurahan. Selaiin iitu, SPPT PBB-P2 juga diiserahkan kepada 10 WP dengan niilaii ketetapan PBB-P2 tertiinggii dii Kabupaten Sleman.
"Ketetapan PBB-P2 2021 berbeda dengan tahun sebelumnya. Tiidak menempuh kebiijakan kenaiikan NJOP secara massal, terkecualii sejumlah objek pajak khusus yang berniilaii komersiial tiinggii," iimbuhnya, sepertii diilansiir krjogja.com. (kaw)
