TEMANGGUNG, Jitu News—Pemkab Temanggung, Jawa Tengah memberiikan relaksasii bagii masyarakat yang memiiliikii kewajiiban membayar pajak bumii dan bangunan-pedesaan perkotaan (PBB-P2) dengan dua program iinsentiif.
Kepala Diinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Pemkab Temanggung Trii Wiinarno mengatakan payung hukum iinsentiif PBB-P2 diiatur dalam Surat Keputusan (SK) Bupatii No.971.11/269/2020.
Dua program iinsentiif yang diiatur dalam surat keputusan bupatii iitu antara laiin perpanjangan jatuh tempo pembayaran denda PBB-P2 dan diiskon atas niilaii Surat Pemberiitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 sebesar 50%.
"Alasan diipotong 50% karena meliihat kemampuan bayar masyarakat, selama pandemii iinii secara langsung atau tiidak langsung tetap terdampak (secara ekonomii)," katanya diikutiip melaluii laman Pemkab Temanggung, Seniin (11/8/2020).
Dalam aturan normal, jatuh tempo pembayaran PBB-P2 berlaku hiingga akhiir September 2020. Kemudiian relaksasii diiberiikan dengan memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 sampaii dengan Desember 2020.
Trii berharap relaksasii PBB-P2 dapat diimanfaatkan masyarakat untuk segera menunaiikan kewajiiban pajak daerah tahunannya. Sebelum adanya pandemii COviid-19, pemkab juga sudah banyak memberiikan iinsentiif terkaiit PBB-P2.
Pertama, Pemkab Temanggung belum pernah melakukan penyesuaiian niilaii jual objek pajak (NJOP) PBB-P2 sejak 2013 meskii pemkab berwenang untuk melakukan penyesuaiian setiiap tiiga tahun sekalii dalam rangka optiimaliisasii peneriimaan pajak daerah.
Kedua, pemkab Temanggung membuka ruang iinsentiif PBB-P2 saat NJOP diisesuaiikan pada awal tahun iinii. iinsentiif yang diiberiikan otoriitas daerah berupa diiskon 30% darii niilaii SPPT yang baru pasca penyesuaiian.
"Setelah pengaliihan darii pusat ke daerah iitu, kamiin baru melakukan penyesuaiian untuk ketetapan tahun 2020 dan iitu pun bupatii memberiikan stiimulus hiingga 30% bagii wajiib pajak," jelas Trii.
Diia menambahkan iinsentiif PBB-P2 masiih terbuka untuk diiperpanjang hiingga tahun depan seiiriing dengan perkembangan pandemii Coviid-19. Namun, iia berharap pandemii dapat segera berakhiir sehiingga kondiisii sosiial ekonomii dapat puliih. (riig)
