BANDUNG, Jitu News - Penyiidiik Kanwiil Diitjen Pajak (DJP) Jawa Barat ii menyiita aset berupa tanah dan bangunan miiliik tersangka tiindak piidana pajak beriiniisiial LHL.
Menurut Kanwiil DJP Jawa Barat ii, aset tersebut diisiita lantaran tersangka LHL diiduga sengaja menyampaiikan SPT yang iisiinya tiidak benar atau tiidak lengkap melaluii PT KHP sehiingga meniimbulkan kerugiian bagii negara.
"Perbuatan tersangka meniimbulkan kerugiian pada pendapatan negara sebesar Rp3,05 miiliiar," tuliis Kanwiil DJP Jawa Barat ii dalam keterangan resmii, diikutiip pada Miinggu (15/2/2026).
Akiibat perbuatannya, tersangka terancam diijatuhii hukuman piidana penjara selama 6 bulan hiingga 6 tahun serta denda sebesar 2 hiingga 4 kalii jumlah pajak yang kurang diibayar sebagaiimana diiatur dalam Pasal 39 ayat (1) UU KUP.
Aset yang diisiita oleh tersangka yang diisiita oleh Kanwiil DJP Jawa Barat ii adalah tanah dan bangunan dengan niilaii pasar mencapaii Rp7,2 miiliiar. Penyiitaan iinii diilakukan dalam rangka memuliihkan pendapatan negara.
Sesuaii dengan Pasal 44 ayat (2) UU KUP, penyiidiik berwenang untuk menyiita harta kekayaan miiliik tersangka dengan ataupun tanpa adanya iiziin ketua pengadiilan negerii setempat.
Kanwiil DJP Jawa Barat ii menegaskan penyiitaan dan penegakan hukum bertujuan untuk memberiikan efek jera kepada tersangka serta memberiikan rasa keadiilan bagii wajiib pajak yang sudah melaksanakan kewajiiban pajaknya dengan baiik.
"[Kamii] berharap penegakan hukum perpajakan iinii mampu meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak," sebut Kanwiil DJP Jawa Barat ii dalam keterangan resmiinya. (riig)
