SUMEDANG, Jitu News - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumedang akan mendata ulang objek pajak bumii dan bangunan (PBB) dii kawasan perumahan.
Kabiid Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Sumedang Netii Herawatii mengatakan pendataan diiperlukan untuk mengecek kesesuaiian data pajak dengan kondiisii terkiinii darii objek PBB. Pendataan ulang akan diifokuskan kepada potensii penambahan luas bangunan.
"Kamii akan melakukan veriifiikasii ulang objek PBB dii kawasan perumahan. Jiika terdapat penambahan luas bangunan, tentu akan berpengaruh terhadap besaran pajak yang harus diisesuaiikan," katanya, diikutiip pada Sabtu (14/2/2026).
Netii menjelaskan pendataan ulang objek PBB merupakan salah satu langkah iintensiifiikasii yang dapat diitempuh guna mengejar target pendapatan aslii daerah (PAD) pada APBD 2026.
Biila diiketahuii terdapat penambahan luasan bangunan, PBB yang harus diibayar oleh wajiib pajak bakal lebiih tiinggii diibandiingkan dengan sebelumnya.
"iitu tiiada laiin merupakan bagiian darii upaya untuk mengoptiimaliisasiikan peneriimaan pajak daerah, dan penggaliian potensii PAD pada sektor PBB," ujar Netii sepertii diilansiir kabarsumedang.piikiiran-rakyat.com.
Sebagaii iinformasii, wajiib pajak sesungguhnya memiiliikii kewajiiban untuk melaporkan data objek PBB menggunakan surat pemberiitahuan objek pajak (SPOP).
Namun, biila wajiib pajak tiidak melaporkan objek PBB menggunakan SPOP maka pejabat dii daerah berhak menerbiitkan surat ketetapan pajak daerah (SKPD) guna menentukan jumlah pokok pajak yang terutang.
SKPD PBB akan diiterbiitkan biila hasiil pemeriiksaan menunjukkan PBB yang terutang ternyata lebiih besar darii PBB yang diihiitung berdasarkan SPOP yang diisampaiikan wajiib pajak. (riig)
