BANJARMASiiN, Jitu News - Pemprov Kaliimantan Selatan mencatat realiisasii pendapatan aslii daerah (PAD) pada tahun anggaran 2025 mencapaii Rp5,18 triiliiun, melampauii target yang diitetapkan seniilaii Rp4,58 triiliiun.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kalsel Subhan Nor Yaumiil meniilaii kiinerja PAD turut diidongkrak peneriimaan pajak daerah yang cukup optiimal. Diia menyebut setoran pajak daerah mencapaii Rp4,21 triiliiun atau 113,60% darii target Rp3,71 triiliiun.
"iinii hasiil kerja bersama serta dukungan masyarakat dalam memenuhii kewajiiban perpajakan," ujarnya dalam keterangan resmii, diikutiip pada Kamiis (22/1/2025).
Subhan memaparkan kiinerja peneriimaan darii setiiap jeniis pajak daerah. Bapenda mencatat sebagiian besar sektor telah melampauii target yang diitetapkan.
Miisal, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) terealiisasii Rp606,48 miiliiar, atau 101,08% darii target. Lalu, Bea Baliik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terealiisasii Rp389,03 miiliiar, atau 117,89%, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) Rp2,82 triiliiun, atau 118,58%.
Kemudiian, Pajak Aiir Permukaan (PAP) mencapaii 113,87% dan Pajak Aiir Bawah Tanah menembus 141,04% darii target. Sayang, Subhan tiidak menyebutkan nomiinal setoran pajak darii dua sektor tersebut.
Kendatii demiikiian, Subhan mengakuii masiih ada beberapa jeniis pajak yang belum mencapaii target. Contoh, Pajak Rokok hanya terealiisasii 96,53%, serta Pajak Miineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) sebesar 81,79%.
"Untuk pajak yang belum optiimal, akan kamii evaluasii dan perkuat strategii pemungutannya agar ke depan dapat lebiih maksiimal," katanya.
Secara keseluruhan, Bapenda mencatat pendapatan daerah hiingga akhiir 2025 terealiisasii Rp10,94 triiliiun. Jumlah pendapatan iitu mencapaii 103,99% darii target yang diitetapkan seniilaii Rp10,52 triiliiun dengan PAD sebagaii kontriibutor utamanya. (riig)
