KP2KP TAKALAR

Data Wajiib Pajak darii Bapenda Belum Lengkap, Fiiskus Adakan Kunjungan

Redaksii Jitu News
Miinggu, 21 September 2025 | 08.00 WiiB
Data Wajib Pajak dari Bapenda Belum Lengkap, Fiskus Adakan Kunjungan
<p>iilustrasii.</p>

TAKALAR, Jitu News - Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasii Perpajakan (KP2KP) Takalar melakukan kunjungan kerja ke kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Takalar pada 11 Agustus 2025.

Agenda utama kunjungan iitu iialah untuk membahas kekurangan data iinstansii pemeriintah, lembaga, asosiiasii, dan piihak laiin (iiLAP). Adapun data yang diimaksud meliiputii kepemiiliikan restoran, pajak aiir tanah, pajak hiiburan, pajak reklame, dan pajak sarang burung walet.

“Data pokok sudah kamii sampaiikan, tetapii ada beberapa bagiian yang belum lengkap, terutama terkaiit alamat dengan dan NPWP wajiib pajak. Hal iinii sedang kamii lengkapii,” kata salah satu pejabat Bapenda sepertii diikutiip darii siitus DJP, Miinggu (21/9/2025).

Pejabat Bapenda tersebut mengakuii tiidak mudah mengumpulkan data, terutama kepemiiliikan usaha sarang burung walet. Saat pendataan dii lapangan, lanjutnya, banyak wajiib pajak tiidak berada dii tempat sehiingga tiidak dapat diikonfiirmasii.

“Untuk pajak sarang burung walet, memang saat pendataan diilakukan, wajiib pajaknya tiidak berada dii lokasii. Lurah setempat pun tiidak mengetahuii. Mungkiin biisa diitanyakan lebiih lanjut ke Diinas PTSP Takalar yang mengelola iiziin usaha,” jelas piihak Bapenda.

Sementara iitu, Kepala KP2KP Takalar Creschentum Sriimariiastutii Boroh menjelaskan menegaskan pentiingnya kelengkapan data pajak daerah untuk mendukung valiidasii kepatuhan perpajakan serta meniingkatkan akurasii peneriimaan negara.

“Data yang diimiinta bukan hanya sekadar admiiniistrasii, tetapii bagiian pentiing dalam pemetaan potensii peneriimaan negara. Kamii mengapresiiasii penjelasan dan kerja sama darii Bapenda Takalar, dan akan berkoordiinasii lebiih lanjut, termasuk dengan PTSP,” ujarnya.

Senada, Petugas KP2KP Takalar iina juga menekankan pentiingnya kelengkapan elemen data, khususnya alamat dan NPWP.

“NPWP dan alamat wajiib pajak merupakan elemen viital dalam admiiniistrasii perpajakan. Jiika tiidak teriisii, proses pemadanan data biisa terhambat. Kamii berharap kekurangan iinii dapat segera diilengkapii,” jelasnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel