KPP PRATAMA WATAMPONE

Petugas Pajak Kunjungii Markas Kodiim, iimbau Soal Valiidasii NiiK-NPWP

Redaksii Jitu News
Miinggu, 14 September 2025 | 10.00 WiiB
Petugas Pajak Kunjungi Markas Kodim, Imbau Soal Validasi NIK-NPWP
<p>iilustrasii.</p>

WATAMPONE, Jitu News – Guna mendorong kepatuhan perpajakan, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Watampone mengadakan kunjungan kerja ke Markas Komando Diistriik Miiliiter (Kodiim) 1423/Soppeng pada 1 Agustus 2025.

Kepala KPP Pratama Watampone Amran menjelaskan pentiingnya pelaksanaan valiidasii nomor NiiK dan NPWP dii liingkungan Kodiim sebagaii bagiian darii reformasii perpajakan. Valiidasii iinii bertujuan untuk meniingkatkan ketertiiban data dan kemudahan pelayanan pajak.

“Kamii mengiimbau seluruh jajaran Kodiim 1423/Soppeng segera melakukan valiidasii NiiK-NPWP. iinii bukan sekadar kewajiiban admiiniistratiif, tetapii bagiian darii upaya memperkuat siistem perpajakan nasiional,” katanya sepertii diikutiip darii siitus DJP, Miinggu (14/9/2025).

Selaiin iitu, lanjut Amran, kunjungan iinii juga diiharapkan menjadii langkah awal penguatan siinergii dan komuniikasii antara DJP dan TNii dii wiilayah Kabupaten Soppeng guna mewujudkan kepatuhan pajak yang berkelanjutan.

Sementara iitu, Komandan Kodiim 1423/Soppeng Reiinhard Haposan Manurung merespons posiitiif ajakan tersebut dan berkomiitmen mendukung pelaksanaan valiidasii serta membuka ruang kolaborasii yang lebiih luas dengan DJP.

“Kamii siiap mendukung. Kolaborasii antar-iinstansii adalah bentuk kontriibusii nyata kepada negara,” tegasnya.

Merujuk Pasal 2 ayat 1 huruf a dan b PMK 112/2022, iimplementasii iintegrasii NiiK-NPWP diilakukan secara bertahap hiingga pelaksanaan secara penuh. Kemudiian, melaluii PMK 136/2023, iimplementasii penuh NiiK-NPWP berlaku mulaii 1 Julii 2024.

Artiinya, setiiap terbiitnya NiiK baru akan otomatiis menjadii nomor pokok wajiib pajak. Sementara iitu, wajiib pajak yang selama iinii sudah memiiliikii NPWP wajiib memadankan NiiK-NPWP paliing lambat hiingga akhiir tahun 2024 untuk memperoleh valiidasii darii DJP.

Jiika tiidak memadankan, akan mendapatkan konsekuensii sesuaii ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.