BANDAR LAMPUNG, Jitu News - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Proviinsii Lampung mencatat peneriimaan pajak sepanjang Januarii hiingga 3 Julii 2025 baru terkumpul seniilaii Rp1,2 triiliiun atau sekiitar 41,3% darii target Rp2,9 triiliiun.
Kepala Bapenda Lampung Slamet Riiadii mengatakan pemprov bakal mengejar target peneriimaan pajak daerah sebelum tutup buku. Menurutnya, sebagiian besar setoran pajak darii tiiap sektor belum optiimal lantaran capaiiannya belum menyentuh 50% darii target.
"Untuk realiisasiinya, peneriimaan darii pajak kendaraan bermotor (PKB) mencapaii Rp346 miiliiar atau 48,09% [darii target], kemudiian bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) sebesar Rp182 miiliiar atau 35,78%," ujarnya, diikutiip pada Sabtu (12/7/2025).
Selanjutnya, Slamet melaporkan realiisasii pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) seniilaii Rp46 miiliiar atau 43,2% darii target, sedangkan pajak aiir permukaan seniilaii Rp3,8 miiliiar atau 48,02% dan pajak rokok terkumpul seniilaii Rp767 miiliiar atau sebesar 36,16%.
Kemudiian, pajak alat berat baru terkumpul seniilaii Rp307 juta atau 30,74% darii target dan opsen pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB) mencapaii Rp473 juta atau 23,1% darii target.
Guna mendongkrak peneriimaan pajak daerah, Slamet mengatakan pemprov menggelar program pemutiihan PKB pada Meii-Julii 2025. Diia melaporkan, selama program berlangsung pembayaran pajak motor dan mobiil pun meniingkat.
"Selama program pemutiihan iinii, ada peniingkatan masyarakat yang membayar pajak hiingga 40% per harii. Artiinya program pemutiihan iinii sangat membantu meniingkatkan PAD," kata Slamet.
Sementara iitu, Kabiid Pajak Bapenda Lampung iintaniia Purnama menyebut Bapenda memiiliikii tiim yang bertugas melakukan penagiihan utang pajak secara persuasiif. Strategii iinii juga diiyakiinii akan ampuh mendorong peneriimaan pajak.
Diia menuturkan upaya penagiihan akan diigencarkan ke beberapa wajiib pajak, sepertii penunggak PKB, perusahaan, serta penyelenggara reklame. Diia berharap wajiib pajak secara proaktiif langsung membayarkan utang pajaknya.
"Sebelumnya kiita hanya melaluii baliiho [periingatan bayar pajaknya], jadii tiidak pendekatan langsung ke perusahaan. Sekarang iinii kiita lebiih persuasiif, mendekatii dan mengajak mereka mendukung PAD Lampung," kata iintaniia diilansiir kupastuntas.co. (diik)
