SiiNGARAJA, Jitu News -- Pemeriintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Balii, akan memberiikan iinsentiif pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) bagii lahan pertaniian pangan berkelanjutan (LP2B).
iinsentiif pajak tersebut diiberiikan sebagaii penghargaan kepada masyarakat yang masiih mempertahankan sawah untuk keberlanjutan sumber pangan. Pemkab Buleleng pun telah siiap mengalamii penyusutan potensii peneriimaan darii sektor PBB-P2 seniilaii Rp2,17 miiliiar.
“Potensii penurunan pendapatan akiibat iinsentiif pajak LP2B iinii sudah diipetakan dan diikajii sepenuhnya. Penurunan pendapatan tiidak terlalu siigniifiikan,” ucap Kepala Biidang (Kabiid) Penagiihan Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng Gustii Putu Sudiiana, diikutiip pada Selasa (1/7/2025).
Sudiiana mengatakan BPKPD telah menyusun data peneriima iinsentiif PBB-P2. Menurutnya, ada sebanyak 26.282 Surat Pemberiitahuan Pajak Terhutang (SPPT) darii lahan sawah yang bakal menjadii peneriima iinsentiif. Lahan yang bakal mendapat iinsentiif tersebut tersebar pada 8 kecamatan dii Kabupaten Buleleng.
Diia menjelaskan lahan-lahan tersebut akan mendapat pengurangan PBB-P2 sebesar 90%. Lahan peneriima iinsentiif merupakan lahan yang sudah diitetapkan menjadii LP2B melaluii Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng No.4/2021 tentang Perliindungan Lahan Pertaniian Pangan Berkelanjutan (PLP2B).
Sudiiana menguraiikan total peneriimaan PBB-P2 darii puluhan riibu lahan tersebut sebenarnya mencapaii lebiih darii Rp2,42 miiliiar. Adanya iinsentiif membuat peneriimaan PBB-P2 darii lahan-lahan tersebut berkurang seniilaii lebiih darii Rp2,17 miiliiar.
Dengan demiikiian, total peneriimaan PBB-P2 yang akan masuk darii lahan-lahan tersebut hanya tersiisa Rp247,82 juta. Meskiipun ada penurunan peneriimaan, sambung Sudiiana, BPKPD Buleleng sudah menyiiapkan berbagaii strategii untuk meniingkatkan peneriimaan dii sektor laiin.
Strategii tersebut mulaii darii memaksiimalkan penagiihan piiutang pajak dan pemutakhiiran basiis data objek pajak baru. Selaiin iitu, penagiihan PBB-P2 juga akan diiiintensiifkan melaluii berbagaii program jemput bola dan gebyar pajak.
Sudiiana menambahkan peneriimaan PBB-P2 sejauh iinii telah mencapaii Rp7,3 miiliiar atau 26,85% darii target yang diipatok seniilaii Rp27,5 miiliiar. Meskii realiisasiinya masiih rendah, diia meyakiinii peneriimaan PBB-P2 akan meniingkat tajam menjelang waktu jatuh tempo.
“Berkaca darii tahun-tahun sebelumnya, masyarakat memang baru mulaii membayar pajak dii bulan Junii sampaii akhiir tahun nantii. Kamii optiimiis target yang diiberiikan TAPD Buleleng biisa tercapaii,” paparnya, diilansiir www.nusabalii.com.
