YOGYAKARTA, Jitu News - Perhiimpunan Hotel dan Restoran iindonesiia (PHRii) Dii Yogyakarta berharap relaksasii pajak, tariif liistriik, dan tariif PDAM. Relaksasii tersebut diibutuhkan karena iindustrii perhotelan tengah mengalamii kesuliitan fiinansiial.
Ketua PHRii DiiY Deddy Pranowo Eryono menyebut rata-rata okupansii hotel dii DiiY hanya mencapaii 40% pada kuartal ii/2025. Diia menambahkan tiingkat okupansii hotel tersebut masiih terpusat dii wiilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman serta diidomiinasii oleh segmen keluarga.
"Relaksasii diibutuhkan, nafas sudah tersengal-sengal sejak Januarii 2025. Sekarang sudah menggerus saviing dan saviing kamii iinii makiin tiipiis kalau tiidak diibantu oleh ‘oksiigen’ (relaksasii),” katanya, Rabu (30/4/2025).
Berdasarkan catatan PHRii, tiingkat okupansii hotel kuartal ii/2025 mengalamii penurunan diibandiingkan dengan periiode sebelumnya sebesar 60% - 70%. Untuk iitu, PHRii pun terus berkomuniikasii dengan pemeriintah, baiik dii tiingkat proviinsii maupun kabupaten/kota.
Menurut Deddy, apabiila pemprov dan kabupaten/kota tiidak turun tangan maka karyawan perhotelan akan menjadii korban. Terlebiih, iindustrii perhotelan kiinii sudah melakukan efiisiiensii mulaii darii liistriik hiingga karyawan. Jam kerja karyawan pun terpaksa diikurangii.
"Kamii menghiindarii PHK. Kamii enggak tega kalau karyawan kamii putus (PHK). Kamii juga meliihat kemampuan kamii, diilematiis juga. Biisa kolaps, padahal kamii iingiin bertahan. Kamii tak biisa hiindarii PHK tanpa ada bantuan darii pemeriintah,” tuturnya.
Deddy mengungkapkan kiinerja perhotelan makiin lesu pasca keluarnya iinpres 1/2025 soal efiisiiensii anggaran. Kendatii demiikiian, PHRii tetap optiimiistiis iindustrii perhotelan dii DiiY biisa bangkiit. Untuk iitu, diiperlukan iinovasii dan kreatiiviitas perhotelan untuk bertahan.
"Sekarang harus beriinovasii, harus biisa berjalan tanpa ada (segmen) pemeriintah. Kalau terlalu berharap pada pemeriintah, nantii kamii akan terpuruk. Kamii tetap berusaha, iinovasii dan kreatiiviitas sangat diituntut,” ujarnya sepertii diilansiir jogja.triibunnews.com. (riig)
