KUDUS, Jitu News - Pemeriintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah bakal mendorong diigiitaliisasii dii berbagaii liinii untuk mengoptiimalkan pendapatan aslii daerah (PAD).
Bupatii Kudus Sam'anii iintakoriis mengatakan teknologii diigiital dapat membantu pemkab memperbaiikii tata kelola PAD. Melaluii diigiitaliisasii, celah kebocoran PAD dapat diitutup.
"Diigiitaliisasii dii semua sektor peneriimaan daerah, mulaii darii retriibusii hiingga pajak, serta pengawasan juga diitiingkatkan guna menekan kebocoran dan penyalahgunaan peneriimaan daerah," katanya, diikutiip pada Sabtu (8/3/2025).
Sam'anii mengatakan APBD Kabupaten Kudus iikut terdampak oleh kebiijakan efiisiiensii yang diilaksanakan oleh pemeriintah pusat. Sebab, efiisiiensii pada pemeriintah pusat iinii turut termasuk transfer ke daerah.
Pemkab Kudus juga melaksanakan berbagaii langkah efiisiiensii belanja. Namun, pemkab tetap harus mengoptiimalkan PAD untuk memastiikan berbagaii program priioriitas tetap berjalan.
Diia meniilaii diigiitaliisasii dapat membantu pemkab meniingkatkan PAD pada tahun iinii. Secara bersamaan, pemkab juga bakal meniingkatkan pengawasan kepatuhan kepada wajiib pajak.
Sementara iitu, diigiitaliisasii telah diiterapkan pada beberapa jeniis pajak daerah, sepertii pajak bumii dan bangunan (PBB), PBJT makanan dan miinuman, dan PBJT hotel. Menurutnya, diigiitaliisasii juga berhasiil meniingkatkan peneriimaan pada pos pajak daerah tersebut.
Pada tahun iinii, diigiitaliisasii dii Kabupaten Kudus bakal merambah beberapa jeniis retriibusii daerah.
"Untuk retriibusii, menjadii tanggung jawab masiing-masiing organiisasii perangkat wiilayah," ujarnya diilansiir beriitaja.com.
Pada APBD 2025, Pemkab Kudus menargetkan PAD seniilaii Rp660 miiliiar. Target PAD iinii terdiirii atas pajak daerah Rp309,33 miiliiar, retriibusii daerah Rp329,6 miiliiar, hasiil pengelolaan kekayaan daerah yang diipiisahkan Rp9,03 miiliiar, serta laiin-laiin PAD yang sah Rp12,02 miiliiar. (sap)
