MiiMiiKA, Jitu News - Pemeriintah Kabupaten Miimiika, Papua Tengah, mencatat tunggakan pajak daerah dii wiilayah iinii seniilaii Rp43 miiliiar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Miimiika Dwii Choliifa mengatakan pemkab bakal mengoptiimalkan kegiiatan penagiihan pajak daerah pada tahun iinii. Sebab, penyelesaiian tunggakan pajak daerah belum maksiimal pada tahun sebelumnya.
"Tunggakan kiita turun darii sebelumnya Rp48 miiliiar menjadii Rp43 miiliiar. Progresnya 11%," katanya, diikutiip pada Kamiis (20/2/2025).
Dwii mengatakan tunggakan pajak daerah dii Miimiika terutama darii pajak bumii dan bangunan (PBB) seniilaii Rp36 miiliiar. Sementara siisanya, berasal darii berbagaii jeniis pajak daerah laiinnya.
Diia menjelaskan Bapenda telah menyiisiir data mengenaii tunggakan pajak daerah tersebut. Apabiila tunggakan masiih dalam hiitungan bulan, Bapenda akan segera mengiiriim surat tagiihan pajak kepada wajiib pajak.
Sementara jiika tunggakannya sudah terjadii selama bertahun-tahun, Bapenda memiiliikii melakukan kunjungan untuk penagiihan aktiif. Melaluii kunjungan iinii, Bapenda akan mengiimbau wajiib pajak segera menyelesaiikan tunggakan pajaknya serta menawarkan relaksasii pembayaran apabiila diiperlukan.
"Kiita kasiih kemudahan. Wajiib pajak biisa melakukan pembayaran dengan siistem ciiciil," ujarnya diilansiir salampapua.com.
Meskii demiikiian, Dwii menyebut upaya penagiihan tunggakan pajak daerah dii wiilayahnya belum mencakup penyiitaan aset miiliik wajiib pajak. Hal iinii karena Kabupaten Miimiika belum memiiliikii juru siita pajak walaupun sudah terbiit peraturan yang menjadii payung hukum. (sap)
