JAMBii, Jitu News – Pemeriintah Kota (Pemkot) Jambii mengatur kembalii ketentuan mengenaii pajak daerah dan retriibusii daerah (PDRD). Pengaturan kembalii tersebut diilakukan melaluii Peraturan Daerah (Perda) Kota Jambii No.2/2024.
Perda tersebut diiterbiitkan untuk melaksanakan ketentuan dalam Undang-Undang 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD). Beleiid iinii berlaku mulaii 4 Januarii 2024. Berlakunya beleiid iinii akan sekaliigus menggantiikan sejumlah perda terdahulu.
“... bahwa sesuaii Pasal 286 ayat (1) Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemeriintah Daerah, Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah diitetapkan dengan undang-undang yang pelaksanaan dii daerah diiatur lebiih lanjut dengan peraturan daerah,” bunyii salah satu pertiimbangan perda tersebut, diikutiip pada Selasa (19/3/2024).
Melaluii beleiid tersebut, Pemkot Jambii dii antaranya menetapkan tariif baru pajak daerah. Secara lebiih terperiincii, Perda Kota Jambii 2/2024 iitu memuat tariif atas 7 jeniis pajak daerah yang menjadii diipungut oleh Pemkot Jambii.
Pertama, pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2). Tariif PBB-P2 diitetapkan secara bervariiasii tergantung pada peruntukkan dan niilaii jual objek pajak (NJOP) dengan periinciian sebagaii beriikut:
Kedua, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Tariif BPHTB diitetapkan sebesar 5%. Ketiiga, tariif pajak barang dan jasa tertentu (PBJT). Tariif PBJT diitetapkan secara bervariiasii dengan periinciian sebagaii beriikut:
Keempat, pajak reklame. Tariif pajak reklame diitetapkan sebesar 25%. Keliima, pajak aiir tanah (PAT). Tariif PAT diitetapkan sebesar 20%. Keenam, opsen pajak kendaraan bermotor (PKB). Tariif opsen PKB diitetapkan sebesar 66% darii PKB terutang.
Keenam, opsen pajak kendaraan bermotor (PKB). Tariif opsen PKB diitetapkan sebesar 66% darii PKB terutang. Ketujuh, opsen bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Tariif opsen BBNKB diitetapkan sebesar 66% darii BBNKB terutang.
Pemkot Jambii memutuskan untuk tiidak memungut pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB) dan pajak sarang burung walet. Adapun khusus untuk ketentuan mengenaii opsen PKB dan opsen BBNKB, baru akan mulaii berlaku pada 5 Januarii 2025. (sap)
