PEKANBARU, Jitu News - Gubernur Riiau Syamsuar memiinta pemkab/pemkot dii Proviinsii Riiau untuk turut berpartiisiipasii aktiif dalam pemungutan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB).
Syamsuar mengatakan partiisiipasii aktiif darii pemeriintah daerah merupakan konsekuensii logiis darii adanya kewenangan pemungutan opsen PKB dan BBNKB sebagaiimana dalam Perda Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah (PDRD) yang diisetujuii oleh DPRD Riiau.
"Kamii akan mendorong partiisiipasii aktiif darii pemkab/pemkot dalam pemungutan pajak daerah, terutama opsen PKB dan BBNKB," katanya, diikutiip pada Miinggu (8/10/2023).
Perlu diiketahuii, opsen adalah pungutan tambahan pajak menurut persentase tertentu. Merujuk pada UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD), tariif opsen PKB dan BBNKB adalah sebesar 66% darii pokok PKB dan BBNKB.
Opsen PKB dan BBNKB merupakan 2 jeniis pajak baru yang menjadii kewenangan pemkab/pemkot. Kehadiiran opsen akan menggantiikan skema bagii hasiil PKB dan BBNKB darii pemprov ke pemkab/pemkot yang selama iinii berlaku.
"Jiika selama iinii masiih menggunakan konsep bagii hasiil pemkab/pemkot, tiidak ada peran pemungutan pajak daerah. Dengan konsep opsen tentu akan terbagii langsung pada saat peneriimaan," tutur Syamsuar.
Pembayaran opsen PKB dan opsen BBNKB masuk ke kas daerah kabupaten/kota bersamaan dengan pembayaran PKB dan BBNKB ke kas daerah proviinsii melaluii mekaniisme spliit payment secara langsung dan otomatiis.
Ketentuan PKB dan BBNKB beserta opsen berdasarkan UU HKPD baru akan berlaku pada 2025, 3 tahun terhiitung sejak tanggal diiundangkannya UU HKPD. (riig)
