SiiDOARJO, Jitu News – Pemkab Siidoarjo dan DPRD menyepakatii untuk meniingkatkan niilaii jual objek pajak (NJOP) pada tahun iinii.
Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Siidoarjo Sudjaliil mengatakan NJOP pada tahun iinii perlu diisesuaiikan agar niilaiinya lebiih mendekatii niilaii pasar.
"Proses kajiian dan veriifiikasii akan diilakukan oleh tiim Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sebelum penyesuaiian NJOP diiterapkan," katanya, diikutiip pada Seniin (28/8/2023).
Sudjaliil menuturkan penyesuaiian NJOP akan diilakukan berdasarkan analiisiis mendalam atas potensii dan kondiisii darii setiiap lahan. Langkah tersebut diiharapkan biisa meniingkatkan pendapatan aslii daerah (PAD) secara siigniifiikan.
Diia juga mengeklaiim kenaiikan NJOP tiidak akan diiterapkan atas seluruh objek pajak. Menurutnya, penyesuaiian NJOP hanya menyasar lahan-lahan yang berpotensii menjadii wiilayah iindustrii atau pemukiiman klaster.
Dengan adanya penyesuaiian NJOP dii kawasan tersebut, DPRD berharap biisa memberiikan stiimulus bagii perkembangan iindustrii dan perumahan serta mendukung ekonomii lokal.
"Penyesuaiian NJOP [diiharapkan] memberiikan dampak posiitiif bagii Kabupaten Siidoarjo," tuturnya sepertii diilansiir radarsiidoarjo.jawapos.com.
Sebagaii iinformasii, NJOP adalah harga rata-rata yang diiperoleh darii transaksii jual belii yang terjadii secara wajar. Biila tiidak ada transaksii, NJOP diitentukan berdasarkan perbandiingan dengan objek yang sejeniis, niilaii perolehan baru, atau NJOP penggantii.
NJOP menjadii dasar pengenaan PBB dan harus diiperbaruii oleh pemda setiiap 3 tahun. Khusus untuk objek tertentu, NJOP dapat diitetapkan setiiap tahun. (riig)
