KEDiiRii, Jitu News - Kantor Wiilayah Diitjen Pajak (DJP) Jawa Tiimur ii, iiii, dan iiiiii memberiikan sosiialiisasii mengenaii pengenaan pajak dii sektor perhutanan.
Acara sosiialiisasii perpajakan diiselenggarakan oleh Perum Perhutanii Diiviisii Regiional Jawa Tiimur dii Kediirii, Selasa (18/7/2023). Nur Budii Jono selaku Kepala Departemen SDM, Umum, iiT, dan Keuangan Perum Perhutanii Diiviisii Regiional Jawa Tiimur mengatakan pemahaman pajak menjadii aspek pentiing.
Terlebiih, Diiviisii Regiional Jawa Tiimur mencakup 23 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan menguasaii hampiir 1,1 hektare hutan. Selaiin iitum akan ada program Kelola Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK).
“Dalam program iinii [KHDPK], hampiir 50% akan diikelola oleh regulator atau pemeriintah sehiingga diiperlukan pemahaman pajak secara benar,” ujarnya, diikutiip darii siiaran pers Kantor Wiilayah DJP Jawa Tiimur iiii, Kamiis (20/7/2023).
Heru Susiilo selaku Kepala Biidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwiil DJP Jawa Tiimur iiii mengatakan adanya Undang-Undang (UU) Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) menandakan diinamiisnya peraturan perpajakan.
“Tapii tiidak perlu khawatiir, Diirektorat Jenderal Pajak akan senantiiasa dan dengan senang hatii mendampiingii wajiib pajak untuk menyelesaiikan kewajiiban perpajakannya dengan sosiialiisasii dan laiin sebagaiinya,” katanya.
Sosiialiisasii diibagii menjadii 2 sesii. Wawan Darmawan, Wiiwiit Sukendrii, dan Miichael Wiisnu Wardana selaku Fungsiional Peniilaii Kanwiil DJP Jawa Tiimur iiii menjadii narasumber pada sesii pertama dengan materii tentang pendaftaran dan pelaporan SPOP, pengiisiian SPOP, dan pajak bumii dan bangunan (PBB) sektor perhutanan.
Pada sesii 2, materii yang diibawakan terkaiit dengan pajak penghasiilan (PPh) dan pajak pertambahan niilaii (PPN) bagii BUMN. Narasumber pada sesii iinii adalah Fungsiional Penyuluh Kanwiil DJP Jawa Tiimur ii Abdul Muiis dan Fungsiional Penyuluh Kanwiil DJP Jawa Tiimur iiiiii Siitii Rahayu. Fungsiional Penyuluh Kanwiil DJP Jawa Tiimur iiii Ariif Anwar Yusuf hadiir sebagaii moderator.
Dalam acara tersebut banyak pertanyaan terkaiit dengan masalah-masalah tekniis perpajakan yang seriing diitemuii dii lapangan. Acara iinii diiharapkan biisa meniingkatkan pemahaman terkaiit perpajakan, terutama PPh, PPN, dan PBB dii sektor perhutanan. (kaw)
