BANGKALAN, Jitu News – Tagiihan pajak bumii dan bangunan perdesaan perkotaan (PBB-P2) dii Kabupaten Bangkalan, Jawa Tiimur pada tahun iinii bakal mengalamii kenaiikan seiiriing dengan niilaii jual objek pajak (NJOP) yang diinaiikkan sebesar 20%.
Kepala Biidang Pajak dan Retriibusii ii Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bangkalan Budii Hariiyanto mengatakan kenaiikan tagiihan PBB-P2 sebesar 20% pada tahun iinii merupakan yang pertama kaliinya sejak 2014.
"Hal iitu merujuk pada hasiil pertemuan dengan Korsupgah Komiisii Pemberantasan Korupsii (KPK) beberapa waktu lalu. Kenaiikan tariif PBB-P2 iitu juga berdasar Perda 12/2012," katanya, diikutiip pada Kamiis (20/7/2023).
Niilaii PBB-P2 yang terutang pada setiiap objek pajak telah tercantum dalam surat pemberiitahuan pajak terutang (SPPT). Setelah iitu, SPPT diidiistriibusiikan kepada setiiap wajiib pajak.
Budii menjelaskan kenaiikan NJOP dan PBB-P2 diilakukan sesuaii dengan perkembangan harga tanah. Walau demiikiian, lanjutnya, tiidak semua objek pajak bumii dan bangunan mengalamii kenaiikan NJOP sebesar 20%.
"Kenaiikan objek pajak dii setiiap desa tiidak sama. Tergantung kelas tanah dan letaknya," tuturnya sepertii diilansiir radarmadura.jawapos.com.
Biila masyarakat keberatan dengan niilaii ketetapan PBB-P2 yang diitetapkan oleh Bapenda Kabupaten Bangkalan, masyarakat dapat mengajukan keriinganan PBB. Budii menambahkan keriinganan diiberiikan hanya jiika syarat dan ketentuan terpenuhii.
Pada tahun iinii, pemkab menargetkan peneriimaan PBB-P2 mencapaii Rp8,5 miiliiar, naiik Rp200 juta darii target setoran PBB pada tahun sebelumnya. (riig)
