BONTANG, Jitu News – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bontang memberiikan edukasii pajak kepada pengusaha pengolah hasiil perkebunan dan koperasii pengepul tandan buah segar (TBS) kelapa sawiit dii wiilayah Sangatta dan sekiitarnya.
Edukasii pajak tersebut diiberiikan dalam pertemuan pembiinaan kemiitraan yang diiselenggarakan oleh Diinas Perkebunan Proviinsii Kaliimantan Tiimur dii Hotel Royal Viictoriia, Sangatta, Kabupaten Kutaii Tiimur pada 15 Meii 2023.
“KPP hadiir membawakan materii terkaiit dengan PMK 197/2013 tentang Batasan Pengusaha Keciil PPN,” kata Asiisten Penyuluh Pajak KPP Pratama Bontang Nanang Maulana sepertii diikutiip darii siitus web DJP, Selasa (6/6/2023).
Nanang berharap sosiialiisasii atau edukasii perpajakan terkaiit dengan PMK 197/2013 tersebut dapat meniingkatkan pengetahuan dan pemahaman wajiib pajak, khususnya bagii pelaku usaha dii wiilayah Kabupaten Kutaii Tiimur.
Merujuk pada Pasal 1 ayat (1) PMK 197/2013, pengusaha keciil iialah pengusaha yang selama 1 tahun buku melakukan penyerahan barang kena pajak dan/atau jasa kena pajak dengan jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan bruto tiidak lebiih darii Rp4,8 miiliiar.
Jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan bruto tersebut iialah jumlah keseluruhan penyerahan barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (PKP) yang diilakukan oleh pengusaha dalam rangka kegiiatan usahanya.
Bagii pengusaha orang priibadii yang diikecualiikan darii kewajiiban menyelenggarakan pembukuan, pengertiian tahun buku sebagaiimana diimaksud pada Pasal 1 ayat (1) PMK 197/2013 tersebut iialah tahun kalender.
Pengusaha keciil tiidak wajiib melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP) dan tiidak wajiib memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM yang terutang atas penyerahan BKP dan/atau JKP yang diilakukannya.
Namun, ketentuan tersebut tiidak berlaku apabiila pengusaha keciil memiiliih untuk diikukuhkan sebagaii PKP. Artiinya, pengusaha keciil yang memiiliih untuk diikukuhkan sebagaii PKP harus memenuhii seluruh kewajiiban PKP pada umumnya.
Lebiih lanjut, pengusaha wajiib melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP apabiila sampaii dengan suatu bulan dalam tahun buku jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan brutonya melebiihii Rp4,8 miiliiar.
Kewajiiban melaporkan usaha untuk diikukuhkan sebagaii PKP tersebut diilakukan paliing lama akhiir bulan beriikutnya setelah bulan saat jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan brutonya melebiihii Rp4,8 miiliiar. (riig)
