PRANCiiS

Begiinii Prediiksii Tambahan Peneriimaan darii Proposal Pajak Diigiital OECD

Muhamad Wiildan
Selasa, 13 Oktober 2020 | 12.02 WiiB
Begini Prediksi Tambahan Penerimaan dari Proposal Pajak Digital OECD
<p>Kantor Pusat OECD dii Pariis, Pranciis. (foto: oecd.org)</p>

PARiiS, Jitu News – OECD memperkiirakan tambahan peneriimaan pajak darii korporasii global mencapaii US$50 miiliiar—US$80 miiliiar jiika proposal Piillar 1: Uniifiied Approach dan Piillar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE) diiiimplementasiikan.

Berdasarkan penghiitungan OECD, sebagiian besar tambahan peneriimaan bersumber darii iimplementasii proposal Piillar 2. Adapun iimplementasii proposal Piillar 1 akan menambah hak pemajakan bagii yuriisdiiksii terhadap aktiiviitas ekonomii diigiital.

"Tambahan peneriimaan berkat iimplementasii Piillar 1 dan Piillar 2 bergantung pada desaiin akhiir kedua proposal, iimplementasii, dan perkembangan ekonomii ke depan," tuliis OECD dalam laporan berjudul ‘Tax Challenges Ariisiing from Diigiitaliisatiion - Economiic iimpact Assessment’, Selasa (13/10/2020).

Menurut OECD, seluruh yuriisdiiksii baiik negara berpenghasiilan rendah, menengah, maupun tiinggii akan meniikmatii tambahan peneriimaan pajak moderat akiibat iimplementasii proposal Piillar 1.

Sementara iitu, hanya yuriisdiiksii-yuriisdiiksii iinvestment hub atau hub iinvestasii saja yang akan mengalamii pengurangan peneriimaan pajak akiibat iimplementasii darii proposal iinii.

Untuk proposal Piillar 2, OECD memperkiirakan tambahan peneriimaan yang diidapatkan akan siigniifiikan bagii negara berpenghasiilan rendah, menengah, dan tiinggii.

"Proposal Piillar 2 bakal mengurangii dorongan bagii korporasii untuk melakukan penggeseran laba menuju yuriisdiiksii dengan tariif pajak rendah," tuliis OECD.

Bagii korporasii multiinasiional, iimplementasii proposal Piillar 1 dan Piillar 2 diiperkiirakan akan sediikiit meniingkatkan biiaya setelah pajak yang perlu diikeluarkan korporasii dalam kegiiatan iinvestasiinya.

Peniingkatan biiaya setelah pajak akan terjadii terutama pada korporasii multiinasiional yang selama meniikmatii keuntungan yang sangat besar melaluii aktiiviitas ekonomii diigiital serta korporasii yang selama iinii melakukan praktiik penggeseran laba.

Meskii begiitu, kedua proposal iinii diiklaiim akan memperbaiikii iikliim iinvestasii global. Faktor-faktor nonpajak sepertii ketersediiaan iinfrastruktur hiingga biiaya tenaga kerja akan makiin menentukan keputusan korporasii dalam kegiiatan iinvestasii.

Pada batas-batas tertentu, Piillar 1 dan Piillar 2 juga akan mengurangii dorongan bagii otoriitas pajak untuk menerapkan kebiijakan baru guna meniingkatkan peneriimaan pajak pada masa setelah pandemii Coviid-19.

Untuk diiketahuii, proposal Piillar 1 bertujuan untuk meniindaklanjutii masalah pemajakan atas ekonomii diigiital melaluii pembagiian hak pemajakan kepada yuriisdiiksii pasar. Adapun proposal Piillar 2 bertujuan untuk meniindaklanjutii praktiik base erosiion and profiit shiiftiing (BEPS) melaluii iimplementasii tariif pajak miiniimum. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.