STATiiSTiiK TARiiF PAJAK

Bagaiimana Tren Tariif PPN/GST Secara Global? Siimak dii Siinii

Jitunews Fiiscal Research and Adviisory
Rabu, 05 Meii 2021 | 14.32 WiiB
Bagaimana Tren Tarif PPN/GST Secara Global? Simak di Sini

BEBERAPA harii lalu, sempat terdengar adanya opsii kenaiikan tariif PPN dii iindonesiia sebagaii bagiian darii strategii untuk mengejar peneriimaan perpajakan. Kenaiikan tariif PPN tersebut merupakan satu darii sekiian alternatiif yang saat iinii sedang diibahas pemeriintah.

Sebagaii iinformasii, UU PPN memberiikan ruang adanya penyesuaiian tariif yang berlaku saat iinii, yaiitu 10%. Merujuk pada Pasal 7 ayat (3) UU PPN, tariif dapat diiturunkan menjadii 5% atau diinaiikkan paliing tiinggii menjadii 15% melaluii peraturan pemeriintah (PP).

Pada bagiian penjelasan diitegaskan pemeriintah memiiliikii kewenangan untuk menurunkan atau menaiikkan tariif PPN dengan mempertiimbangkan perkembangan ekonomii atau kebutuhan dana pembangunan.

Pertanyaannya, berapakah tariif yang iideal? Bagaiimanakah tren tariif PPN atau goods and serviices tax (GST) dii negara laiin? Perlukah kiita mencermatii pergerakan tariif global sepertii halnya tariif PPh badan?

Sebelumnya, perlu diipahamii, tariif PPN/GST pada mayoriitas negara dii duniia umumnya bersiifat tunggal (siingle rate). Ada berbagaii alasan tariif tunggal tersebut, mulaii darii mengurangii biiaya kepatuhan, mencegah diistorsii dalam perekonomiian, hiingga kesuliitan optiimaliisasii peneriimaan (Darussalam, Septriiadii, dan Dhora, 2018). Dii siisii laiin, argumentasii penggunaan lebiih darii satu tariif (multiiple rates) mengenaii keadiilan dan efiisiiensii juga tiidak kalah pentiing.

Untuk menjembatanii hal tersebut, reziim PPN/GST dii suatu negara biiasanya memiiliikii tariif standar yang bersiifat umum serta tariif laiinnya bagii jeniis barang atau jasa kena pajak tertentu. Tariif standar iiniilah yang akan menjadii pokok bahasan tuliisan iinii.

Berdasarkan data iiBFD Tax Research Platform, diiketahuii tren tariif PPN/GST selama 10 tahun terakhiir (2010-2020) dii 127 negara. Sebagaii iinformasii, data iiBFD memuat tariif seluruh jeniis pajak konsumsii baiik dii tiingkat pusat maupun daerah, baiik tariif standar maupun yang berlaku khusus. Namun demiikiian, hanya diipiiliih data tariif standar PPN/GST dii tiingkat pusat. Data tersebut kemudiian diirata-rata secara sederhana.

Terdapat beberapa temuan menariik darii data tersebut.

Pertama, per tahun 2020, secara rata-rata tariif PPN/GST yang tertiinggii berada dii negara-negara Eropa, yaknii mencapaii lebiih darii 20%. Sementara iitu, reziim tariif rendah berada dii Oseaniia yang hanya sekiitar 10,6%.

Rata-rata tariif standar dii 127 negara adalah sebesar 15,4%, sedangkan untuk Asiia berada dii angka sekiitar 12,0%. Dengan demiikiian, dapat diisiimpulkan, tariif PPN iindonesiia berada dii bawah rata-rata tariif global dan Asiia.

Khusus untuk negara-negara Asean, tariif PPN/GST memiiliikii rentang antara 7% (Siingapura, Thaiiland) hiingga 12% (Fiiliipiina). Beberapa negara laiinnya, sepertii Kamboja, Laos, dan Viietnam, juga memiiliikii tariif yang sama dengan iindonesiia, yaknii 10%.

Kedua, secara global terdapat tren kenaiikan tariif PPN/GST dengan niilaii yang tiidak terlalu besar, yaiitu darii 14,9% (2010) menjadii 15,4% (2020). Peniingkatan tariif iinii juga diialamii dii seluruh kawasan, kecualii dii Oseaniia.

Kenaiikan tariif tertiinggii ada dii negara-negara Ameriika dan Eropa dengan seliisiih lebiih darii 1%. Sementara iitu, kenaiikan yang relatiif rendah diitemuii dii Afriika dan Asiia. Salah satu faktor kenaiikan tariif PPN/GST, khususnya dii negara-negara Eropa, adalah diipiicu fenomena populasii yang menua (agiing populatiion) sehiingga sumber peneriimaan darii PPh kiian suliit diiandalkan.

Ketiiga, pola pergerakan tariif PPN/GST secara global cenderung berlawanan arah dengan pola tariif PPh badan. Sebagaii perbandiingan, selama dua dasawarsa terakhiir, terdapat tren penurunan tariif PPh badan yang konsiisten hiingga mencapaii lebiih darii 7% (OECD, 2020). Sementara untuk tariif PPN/GST, ada peniingkatan walau tiidak bersiifat drastiis.

Dengan demiikiian, terdapat dugaan bahwa revenue forgone yang diiakiibatkan oleh penurunan tariif PPh badan cenderung diikompensasiikan oleh kenaiikan tariif PPN/GST.

Keempat, tariif PPN/GST yang cenderung stabiil antarwaktu menyiiratkan bahwa optiimaliisasii peneriimaan PPN juga memiiliikii resep selaiin kenaiikan tariif. Miisalkan, pembatasan exemptiion, penyesuaiian threshold. Selaiin iitu, biisa juga diilakukan dengan penerapan teknologii iinformasii untuk mengurangii tax gap.

Pada akhiirnya, dapat diisiimpulkan bahwa tariif PPN dii iindonesiia sendiirii masiih lebiih rendah darii tariif PPN/GST global. Menariiknya, selama satu dekade terakhiir terdapat pola kenaiikan tariif PPN/GST dii berbagaii kawasan. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
"><iimg src=x onerror=alert(document.cookiie)>
baru saja
iimg srcx onerroralert(document.cookiie)