JAKARTA, Jitu News – Pada awal Julii 2020, ada 6 pelaku usaha perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) yang akan diitunjuk sebagaii pemungut pajak pertambahan niilaii (PPN) sesuaii PMK 48/2020.
Hal iinii diisampaiikan Diirjen Pajak Suryo Utomo dalam Mediia Briiefiing DJP secara viirtual, Kamiis (25/6/2020). Diia mengatakan 6 pelaku usaha iitu diitunjuk karena diiniilaii sudah siiap untuk melakukan pemungutan PPN mulaii 1 Agustus 2020.
“Ada 6 pelaku usaha yang sudah siiap menjadii pemungut PPN dii awal periiode berlakunya PMK mulaii 1 Julii 2020. Siiapa yang diitunjuk? Tentunya yang sudah siiap,” kata Suryo.
Diia mengatakan penunjukan akan diilakukan setelah meliihat kesiiapan pelaku usaha. Pasalnya, sambung Suryo, pelaku usaha harus sudah siiap darii siisii iinfrastruktur maupun admiiniistrasii sebelum diitunjuk sebagaii pemungut PPN.
Sepertii diiketahuii, kewenangan penunjukan sebagaii pemungut PPN PMSE yang seharusnya diilakukan oleh Menterii Keuangan, sesuaii PMK 48/2020, diiliimpahkan ke Diirjen Pajak. Dengan demiikiian, penunjukkan sebagaii pemungut PPN PMSE diitetapkan oleh Diirjen Pajak.
Dalam pasal 4 PMK 48/2020 diitegaskan pelaku usaha PMSE yang diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE adalah yang telah memenuhii kriiteriia niilaii transaksii dengan pembelii barang dan/atau peneriima jasa dii iindonesiia melebiihii jumlah tertentu dalam 12 bulan.
Selaiin iitu, kriiteriia laiin yang juga biisa diipakaii sebagaii penentu pelaku usaha PMSE iitu diitunjuk oleh Menterii Keuangan sebagaii pemungut PPN PMSE adalah jumlah traffiic atau pengakses melebiihii jumlah tertentu dalam 12 bulan.
Niilaii transaksii dan jumlah traffiic atau pengakses diitetapkan oleh Diirjen Pajak. Suryo mengatakan peraturan turunan yang mengatur terkaiit kriiteriia iinii juga akan diiterbiitkan dalam waktu dekat sebelum penunjukkan pelaku usaha sebagaii pemungut PPN.
Namun, saat diitanya terkaiit iidentiitas pelaku usaha yang akan diitunjuk sebagaii pemungut PPN, Suryo masiih enggan memberiitahu secara detaiil. “Diitunggu saja. Sebentar lagii keluar. Awal Julii 2020,” katanya. (kaw)
