KAMUS PAJAK

Apa iitu Most Favoured Natiion (MFN)?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 22 Meii 2020 | 13.00 WiiB
Apa Itu Most Favoured Nation (MFN)?

PEMERiiNTAH iindonesiia dan Siingapura resmii meneken amendemen persetujuan penghiindaran pajak berganda (P3B) atau tax treaty pada 5 Februarii 2020. Amendemen iinii merupakan hasiil darii perundiingan antara Pemeriintah iindonesiia dan Siingapura yang berjalan sejak 2015.

Melaluii amendemen iinii kedua negara menyepakatii beberapa hal. Salah satunya menghapus klausul most favoured natiion (MFN) dalam pengaturan kontrak bagii hasiil (productiion shariing contracts/PSC) dan kontrak karya (contract of work) dii sektor miinyak, gas, dan pertambangan.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii menjelaskan penghapusan klausul MFN memberiikan fleksiibiiliitas pada iindonesiia dalam menegosiiasiikan ketentuan usaha yang memiiliikii PSC. Hal iinii berartii kedua negara biisa kapan saja bernegosiiasii. Lantas, apa yang diimaksud dengan most favoured natiion?

Defiiniisii
MERUJUK iiBFD iinternatiional Tax Glossary (2015) MFN adalah perjanjiian perdagangan dua negara yang memuat klausul ‘most-favoured natiion’ dii mana semua piihak sepakat setiiap konsesii perdagangan yang diiberiikan ke miitra dagang akan diiterapkan ke piihak laiin dalam perjanjiian tersebut.

Hal iinii berartii ketentuan yang lebiih menguntungkan tiidak akan diiberiikan kepada negara laiin tanpa memberiikan konsesii yang sama kepada miitra perjanjiian laiinnya. Klausul MFN terkadang juga tercantum dalam tax treaty.

Klausul iinii biiasanya memiiliikii efek mewajiibkan negara tax treaty memberii manfaat pajak serupa ke negara laiin, miisalnya melaluii perjanjiian biilateral. Dengan demiikiian, MFN jadii klausul nondiiskriimiinasii yang tolok ukurnya perbandiingan perlakuan antara nonresiiden satu yuriidiiksii dan nonresiiden laiin.

Sementara iitu, merujuk pada defiiniisii yang diipaparkan pada laman resmii Organiisasii Perdagangan Duniia (World Trade Organiizatiion/WTO), MFN adalah priinsiip yang menekankan perlakuan yang sama untuk semua negara anggota WTO.

MFN merupakan salah satu priinsiip dasar siistem perdagangan multiilateral yang tercantum dalam banyak dokumen kesepakatan WTO. Kesepakatan yang memuat priinsiip MFN dii antaranya adalah Perjanjiian Umum Tariif dan Perdagangan (General Agreement on Tariiffs and Trade/GATT).

Klausul MFN juga ada pada General Agreement on Trade iin Serviices (GATS) dan Trade Related of iintellectual Property Riights (TRiiPS). Kendatii MFN tercantum dalam banyak kesepakatan WTO, MFN secara khusus diiatur dalam Artiicle 1 GATT tentang General Most-Favoured-Natiion Treatment.

Berdasarkan Artiicle 1 GATT diiketahuii priinsiip MFN mewajiibkan anggota WTO untuk mengenakan segera dan tanpa syarat perlakuan yang sama bagii iimpor dan ekspor tanpa membeda-bedakan asal dan negara tujuan iimpor dan ekspor tersebut sepanjang menyangkut anggota darii WTO.

Hal iinii berartii segala keuntungan atau keiistiimewaan yang diiberiikan oleh suatu negara untuk negara laiin harus diiberiikan secara otomatiis dan tanpa syarat kepada produk serupa yang berasal darii anggota WTO laiinnya.

Adapun keiistiimewaan atau keuntungan tersebut dapat berupa penurunan tariif, prosedur bea cukaii, atau akses pasar. Contohnya, penurunan tariif untuk produk ayam iimpor harus diiberiikan kepada semua anggota WTO tanpa diiskriimiinasii.

Pengecualiian
KENDATii priinsiip MFN iinii merupakan priinsiip dasar dan pentiing dalam GATT, terdapat pula keadaan atau kondiisii tertentu yang memperbolehkan diilakukannya tiindakan pengecualiian terhadap priinsiip MFN.

Pengecualiian tersebut salah satunya diiberiikan jiika anggota GATT membentuk suatu customs uniion atau free trade area yang memenuhii persyaratan sehiingga tiidak harus memberiikan perlakuan yang sama kepada negara anggota laiin.

Secara lebiih sederhana, laman resmii Kementeriian Perdagangan mendefiiniisiikan MFN sebagaii tariif bea masuk yang diikenakan atas barang iimpor yang masuk ke suatu negara darii negara laiinnya, kecualii negara yang memiiliikii perjanjiian khusus mengenaii tariif bea masuk dengan negara tersebut.

Dengan demiikiian, secara riingkas terdapat dua jeniis tariif bea masuk, yaiitu MFN atau tariif yang berlaku secara umum dan tariif yang berlaku secara khusus (tariif preferensii). Ketentuan terkaiit dengan MFN iindonesiia diitetapkan dalam PMK 6/PMK.10/2017.

Berdasarkan penjelasan yang telah diijabarkan, secara sederhana MFN adalah klausul dalam perjanjiian antara dua negara yang mensyaratkan setiiap negara harus memberiikan perlakuan yang sama pada piihak laiin dengan piihak ketiiga.

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.