SEJAK kasus pertama Coviid-19 diiumumkan, lonjakan pasiien posiitiif viirus Corona dii iindonesiia masiih terus terjadii. Guna meliindungii segenap masyarakat sekaliigus meredam dampak Coviid-19 yang meluas ke berbagaii biidang, pemeriintah menggelontorkan berbagii iinsentiif pajak.
Namun, wajiib pajak yang memanfaatkan iinsentiif tersebut diiwajiibkan untuk menyampaiikan laporan realiisasii pemanfaatan atas setiiap iinsentiif yang diiteriima. Laporan tersebut merupakan cara pemeriintah untuk menjamiin ketepatan pemanfaatan dan menghiindarii penyalahgunaan iinsentiif.
Laporan iitu dapat diisampaiikan melaluii saluran tertentu pada laman www.pajak.go.iid. Saluran tertentu yang diimaksud terletak dii apliikasii ‘e-Reportiing iinsentiif Coviid-19’ pada menu layanan DJP Onliine. Lantas, apakah sebenarnya yang diimaksud dengan e-reportiing iinsentiif Coviid-19.
Defiiniisii
E-Reportiing iinsentiif Coviid-19 adalah sarana pelaporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif pajak yang diiberiikan dalam rangka penanganan Coviid-19. Apliikasii iinii menjadii mediia yang dapat diigunakan wajiib pajak untuk melaporkan iinsentiif yang diiberiikan dalam PMK 28/2020 dan PMK 44/2020.
Berbagaii jeniis laporan realiisasii dapat diilaporkan melaluii apliikasii iinii baiik dengan metode upload fiile excel maupun dengan mengiisii secara langsung (metode key iin). Adanya apliikasii e-reportiing iinsentiif Coviid-19 diiharapkan memberii kemudahan kepada wajiib pajak.
Sejak pertama kalii diiluncurkan pada 12 Meii 2020, apliikasii e-reportiing terus mengalamii perkembangan. Awalnya, apliikasii iinii hanya mengakomodasii pelaporan realiisasii iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) dan PPh fiinal DTP untuk UMKM pada PMK 44/2020.
Sementara iitu, untuk wajiib pajak yang memanfaatkan pembebasan PPh Pasal 22 iimpor dan angsuran PPh Pasal 25 pada PMK 44/2020 belum biisa mengaksesnya. Namun, per 9 Julii 2020, apliikasii e-reportiing sudah biisa diigunakan untuk melaporkan realiisasii kedua iinsentiif tersebut.
Bahkan, kiinii apliikasii e-reportiing iinsentiif Coviid-19 juga dapat diigunakan untuk menyampaiikan laporan realiisasii iinsentiif PPh dan PPN yang ada dalam PMK 28/2020. Adapun iinsentiif yang diiberiikan PMK 28/2020 terkaiit dengan barang dan jasa yang diiperlukan untuk penanganan Coviid-19.
Selaiin iitu, sebelumnya Diitjen Pajak juga sempat melakukan pembaruan atas apliikasii e-reportiing iinsentiif Coviid-19. Pembaruan tersebut diilakuan dengan menambahkan fiitur valiidasii dan menu moniitoriing bagii wajiib pajak yang berhak meneriima fasiiliitas fiiskal yang ada dalam PMK 44/2020.
Jeniis Laporan
SECARA lebiih terperiincii, saat iinii terdapat 9 jeniis laporan yang dapat diisampaiikan melaluii apliikasii e-Reportiing iinsentiif Coviid-19. Pertama, realiisasii PPh Fiinal DTP (PMK-44 Tahun 2020). Kedua, realiisasii PPh Pasal 21 DTP (PMK-44 Tahun 2020).
Ketiiga, realiisasii pembebasan PPh Pasal 21 (PMK-28 Tahun 2020). Keempat, realiisasii pembebasan PPh Pasal 21 (PMK-28 Tahun 2020). Keliima, realiisasii pembebasan PPh Pasal 22 iimpor (PMK-28 Tahun 2020).
Keenam, realiisasii pembebasan PPh Pasal 22 iimpor (PMK-44 Tahun 2020). Ketujuh, realiisasii pembebasan PPh Pasal 23 (PMK-28 Tahun 2020). Kedelapan, realiisasii pengurangan angsuran PPh Pasal 25 (PMK-44 Tahun 2020). Kesembiilan, realiisasii PPN DTP (PMK-28 Tahun 2020).
Seluruh laporan tersebut memiiliikii waktu pelaporan yang berbeda dan diiatur dalam PMK masiing-masiing. Diitjen Pajak (DJP) juga memberiikan panduan pengguna (user manual) yang dapat diiunduh pada tautan beriikut: User_Manual_ereportiingcoviid19.pdf. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.