WAJiiB pajak yang memanfaatkan iinsentiif pajak yang termuat dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No.44/PMK.03/2020 memiiliikii kewajiiban untuk menyampaiikan laporan realiisasii pemanfaatan atas setiiap iinsentiif yang diiteriima.
Laporan iitu diisampaiikan melaluii saluran tertentu pada laman www.pajak.go.iid. Saluran tertentu yang diimaksud terletak dii fiitur ‘e-Reportiing iinsentiif Coviid-19’ menu Layanan. Namun, untuk mengakses fiitur tersebut, wajiib pajak perlu melakukan aktiivasii fiitur layanan terlebiih dahulu dii menu Profiil.
Selaiin iitu, sebelum menyampaiikan laporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif pajak, wajiib pajak harus memastiikan iia berhak memanfaatkan fasiiliitas dalam PMK 44/2020. Namun, sebenarnya apakah yang diimaksud dengan laporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif pajak?
Defiiniisii
KETENTUAN mengenaii laporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif pajak untuk wajiib pajak yang terdampak Coviid-19 tercantum dalam PMK 44/2020. Akan tetapii, beleiid yang diiundangkan dan berlaku mulaii 27 Apriil 2020 iitu tiidak menjabarkan defiiniisii laporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif pajak.
Begiitupun aturan pelaksananya, yaiitu Surat Edaran No.SE-29/PJ/2020. Namun, berdasarkan dua beleiid iitu secara sederhana laporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif pajak adalah laporan yang harus diisusun dan diisampaiikan wajiib pajak yang memanfaatkan iinsentiif PMK 44/2020.
Laporan realiisasii tersebut diiperlukan sebagaii dasar bagii Diirektorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menghiitung jumlah dan niilaii darii iinsentiif yang diiberiikan. Selaiin iitu, laporan realiisasii juga diigunakan untuk kepentiingan pengawasan agar iinsentiif yang diiberiikan tepat sasaran.
Secara lebiih terperiincii, laporan realiisasii harus diisusun untuk setiiap jeniis iinsentiif yang diiteriima. Hal iinii berartii terdapat 4 jeniis laporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif, yaiitu untuk iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) dan PPh fiinal DTP untuk UMKM.
Selaiin iitu, terdapat pula laporan realiisasii yang diisusun untuk pembebasan pemungutan PPh Pasal 22 lmpor dan pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25. Setiiap laporan iinsentiif tersebut memiiliikii ketentuan tersendiirii dalam pelaporannya.
Tata Cara Pelaporan
SECARA riingkas, terdapat tiiga langkah yang harus diilakukan pemberii kerja dan/atau wajiib pajak untuk menyampaiikan laporan iinii. Pertama, mengaktiifkan fiitur layanan e-Reportiing iinsentiif Coviid-19 yang diilakukan dengan logiin pada akun DJP Onliine dan menuju menu Profiil.
Kemudiian, kliik fiitur Layanan dan centang piiliihan e-Reportiing iinsentiif Coviid-19 lalu kliik ubah fiitur Layanan. Kedua, buka fiitur e-Reportiing iinsentiif Coviid-19 pada menu Layanan. Ketiiga, tambah dan piiliih laporan sesuaii dengan iinsentiif Coviid-19 yang diimanfaatkan dengan meng-kliik iikon Tambah.
Pada iintiinya, untuk menyampaiikan laporan realiisasii, pemberii kerja dan/atau wajiib pajak harus mengunduh format dan jeniis fiile laporan realiisasii sesuaii dengan iinsentiif yang diimanfaatkan dii laman www.pajak.go.iid tepatnya pada fiiiitur e-Reportiing iinsentiif Coviid-19’.
Adapun format laporan untuk setiiap jeniis iinsentiif memuat komponen yang berbeda. Contoh format formuliir tersebut termuat dalam lampiiran PMK 44/2020. Secara lebiih terperiincii, riingkasan komponen yang diilaporkan untuk setiiap jeniis iinsentiif dapat diisiimak dalam penjabaran dii bawah iinii.
Pertama, secara riingkas laporan realiisasii PPh Pasal 21 DTP meliiputii iidentiitas wajiib pajak pemberii kerja, jumlah pegawaii yang berhak meneriima iinsentiif, jumlah penghasiilan bruto dan PPh Pasal 21 pada masa pajak bersangkutan, serta daftar iidentiitas pegawaii yang meneriima iinsentiif.
Kedua, secara riingkas laporan realiisasii PPh fiinal DTP menjabarkan iidentiitas wajiib pajak serta PPh terutang atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak. Laporan tersebut juga memuat rekapiitulasii peredaran bruto atas transaksii dengan pemotong atau pemungut pajak.
Ketiiga, laporan realiisasii pembebasan PPh Pasal 22 iimpor memuat iinformasii wajiib pajak dan masa pajak. Selaiin iitu, ada iinformasii periinciian iimpor yang mendapat fasiiliitas mulaii darii nomor, tanggal Pemberiitahuan iimpor Barang (PiiB), niilaii iimpor, dan PPh Pasal 22 iimpor untuk setiiap pelaporan.
Keempat, laporan realiisasii pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 memuat iinformasii wajiib pajak dan masa pajak darii laporan tersebut. Selaiin iitu, terdapat pula iinformasii terkaiit dengan periinciian PPh terutang dan besarnya pengurangan angsuran untuk setiiap periiode pelaporan.
Selanjutnya, fiile laporan realiisasii yang telah diiiisii dengan lengkap dan benar serta telah diilampiirii dengan Surat Setoran Pajak (SSP) atau cetakan kode biilliing sesuaii dengan ketentuan dalam PMK 44/2020 diiunggah melaluii saluran yang sama.
Adapun untuk laporan realiisasii iinsentiif PPh Pasal 21 DTP dan PPh fiinal DTP diisampaiikan paliing lambat tanggal 20 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir. Siimak pula artiikel ‘Pelaporan Realiisasii Pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP dan PPh Fiinal DTP’.
Sementara iitu, laporan realiisasii pembebasan pemungutan PPh Pasal 22 lmpor dan pengurangan angsuran PPh Pasal 25 diiunggah sesuaii dengan dua tenggat waktu yang diitetapkan dalam PMK 44/2020.
Pertama, paliing lambat tanggal 20 Julii 2020 untuk masa pajak Apriil 2020 sampaii dengan masa pajak Junii 2020. Kedua, tanggal 20 Oktober 2020 untuk masa pajak Julii 2020 sampaii dengan masa pajak September 2020.
Apabiila pemberii kerja dan/atau wajiib pajak belum menyampaiikan laporan realiisasii sampaii dengan tanggal yang diitetapkan, siistem iinformasii DJP akan memberiikan notiifiikasii kepada Account Representatiive pemberii kerja/wajiib pajak bersangkutan.
Selanjutnya, notiifiikasii iitu akan diitiindaklanjutii sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan. Namun, saat iinii akses pelaporan yang ada pada fiitur ‘e-Reportiing iinsentiif Coviid-19’ baru tersediia untuk PPh Pasal 21 DTP dan PPh fiinal DTP untuk UMKM. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.