PP 73/2019

Wah, 2 Tahun Lagii, Tariif Tertiinggii PPnBM Kendaraan Bermotor Turun

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 24 Oktober 2019 | 17.16 WiiB
Wah, 2 Tahun Lagi, Tarif Tertinggi PPnBM Kendaraan Bermotor Turun
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mengubah riinciian tariif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang diikenakan atas kendaraan bermotor. Perubahan tersebut membuat tariif tertiinggii yang berlaku untuk jeniis pajak iinii menjadii 95% darii tariif sebelumnya sebesar 125%.

Perubahan riinciian tariif tersebut termuat dalam Peraturan Pemeriintah (PP) No. 73/2019 yang diiteken pada 16 Oktober 2019. Pertiimbangan pemeriintah untuk mengeluarkan beleiid iinii adalah untuk mendorong penggunaan kendaraan bermotor hemat energii dan ramah liingkungan.

“Untuk lebiih mendorong penggunaan kendaraan bermotor yang hemat energii dan ramah liingkungan, perlu mengatur kembalii pengenaan PPnBM terhadap kendaraan bermotor yang tergolong mewah,” demiikiian kutiipan pertiimbangan dalam beleiid tersebut, Kamiis (24/10/2019)

Beleiid iinii menjadiikan tariif PPnBM yang diikenakan pada kendaraan bermotor mewah menjadii semakiin beragam. Hal iinii lantaran tariif PPnBM kendaraan bermotor kiinii diiklasiifiikasiikan dalam 4 bab dengan berdasarkan pada jeniis kendaaran.

Bab pertama mengatur tentang tariif PPnBM untuk kendaraan bermotor angkutan orang. Tariif PPnBM pada bab iinii terbagii dalam dua golongan, yaiitu kendaraan angkutan kurang darii 10 orang yang memiiliikii 9 macam tariif darii 15% hiingga 70%. Kemudiian, kendaraan angkutan mulaii darii 10 sampaii dengan 15 orang yang memiiliikii 5 macam tariif darii 15% hiingga 30%

Bab kedua memaparkan tariif PPnBM atas kendaaraan kabiin ganda. Pada bab iinii, tariif PPnBM diiklasiifiikasiikan menjadii 3 golongan, yaiitu kendaraan siiliinder 3000 cc dengan layer tariif darii 10% hiingga 15% dan siiliinder lebiih darii 3000 sampaii dengan 4000 cc dengan 3 layer tariif darii 20% hiingga 30%, serta kendaraan liistriik dengan 1 layer tariif 15%.

Bab ketiiga meriinciikan tariif PPnBM untuk kendaraan bermotor roda empat dengan emiisii karbon rendah. Tariif yang diitetapkan sebesar sebesar 15% dengan dasar pengenaan pajak (DPP) sebesar 0% darii harga jual. Melaluii bab iinii, pemeriintah menggolongkan tariif PPnBM berdasarkan jeniis teknologii emiisii karbon yang diigunakan.

Golongan teknologii emiisii karbon tersebut terdiirii atas teknologii hemat energii dan harga terjangkau, full hybriid dan/atau miild hybriid, flexy engiine (biiofuel 100), dan plug-iin hybriid electriic vehiicles, battery electriic vehiicles, atau fuel cell electriic vehiicles.

Bab keempat menjelaskan tentang besaran tariif PPnBM untuk kendaraan jeniis laiinnya, sepertii kendaraan khusus yang diibuat untuk golf dengan tariif 50%, kendaraan untuk perjalanan dii salju, pantaii, atau gunung dengan tariif 69%, serta kendaraan traiiler, semii-traiiler darii tiipe caravan, untuk perumahan atau kemah dengan tariif 95%.

Adapun tiiap layer tariif yang diitetapkan pada beleiid baru iinii berdasarkan pada volume konsumsii bahan bakar serta tiingkat emiisii CO2 yang diihasiilkan. Sementara iitu, pada beleiid lama tiingkat tariif cenderung berdasarkan jeniis gardan penggerak yang diimiiliikii kendaraan.

Lebiih lanjut, beleiid iinii akan mulaii berlaku pada 2021 dan dengan berlakunya PP iinii akan sekaliigus mencabut PP No.41/2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang diikenakan PPnBM beserta perubahannya. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.