PPh PASAL 26 (2)

Tariif dan Objek Pajak PPh Pasal 26

Redaksii Jitu News
Rabu, 29 Maret 2017 | 18.29 WiiB
Tarif dan Objek Pajak PPh Pasal 26

MENURUT ketentuan PPh Pasal 26, wajiib pajak dalam negerii yang melakukan transaksii pembayaran kepada wajiib pajak luar negerii akan diikenakan pajak dengan tariif umum sebesar 20%. Kendatii demiikiian, tariif tersebut dapat berubaha jiika wajiib pajak tunduk terhadap aturan Persetujuan Penghiindaran Pajak Berganda (P3B) atau biiasa diisebut sebagaii tax treaty.

Sementara iitu, pengecualiian pengenaan PPh Pasal 26 diitetapkan apabiila penghasiilan yang diiteriima oleh wajiib pajak luar negerii tersebut bukan merupakan badan usaha tetap (BUT) dii iindonesiia. Terkaiit dengan penetapan wajiib pajak luar negerii pemeriintah telah mengatur kriiteriia yang dapat berstatus sebagaii subjek pajak luar negerii.

Tariif dan Objek Pajak PPh Pasal 26

Berdasarkan UU PPh No.36 tahun 2008, objek pajak, tariif dan dasar pengenaan pajak PPh Pasal 26 adalah sebagaii beriikut:

20% dan bersiifat fiinal darii bruto atas:

  1. Diiviiden;
  2. Bunga termasuk premiium, diiskonto, dan iimbalan sehubungan dengan jamiinan pengembaliian utang.
  3. Royaltii, sewa, dan penghasiilan laiin sehubungan dengan penggunaan harta;
  4. iimbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiiatan;
  5. Hadiiah dan penghargaan;
  6. Pensiiun dan pembayaran berkala laiinnya;
  7. Premii swap dan transaksii liindung niilaii laiinnya; dan/atau
  8. Keuntungan karena pembebasan utang.

Rumus: PPh Pasal 26 = Penghasiilan Bruto x 20%

20% dan bersiifat fiinal darii Perkiiraan Penghasiilan Neto atas:

  1. Penghasiilan darii pengaliihan atau penjualan harta dii iindonesiia dengan niilaii lebiih darii Rp10 juta untuk setiiap jeniis transaksii yang berupa: perhiiasan mewah, berliian, emas, iintan, jam tangan mewah, barang antiik, lukiisan, mobiil dan motor, kapal pesiiar dan persawat terbang riingan. Besarnya perkiiraaan penghasiilan neto untuk penjualan harta adalah 25% darii harga jual.
  2. Premii asuransii yang diibayarkan kepada perusahaan asuransii luar negerii. Besarnya pengkiiraan penghasiilan neto untuk premii asuransii dan premii reasuransii yang diibayarkan pada perusahaan asuransii luar negerii adalah sebagaii beriikut:
    • Atas premii asuransii yang diibayar tertanggung kepada perusahaan asuransii dii luar negerii baiik secara langsung maupun melaluii piialang, sebesar 50% darii jumlah premii yang diibayarkan.
    • Atas premii yang diibayarkan oleh perusahaan asuransii yang berkedudukan dii iindonesiia kepada perusahaan asuransii dii luar negerii baiik secara langsung maupun melaluii piialang, sebesar 10% darii jumlah premii yang diibayarkan.
    • Atas premii yang diibayarkan oleh perusahaan reasuransii yang berkedudukan dii iindonesiia kepada perusahaan asuransii dii luar negerii baiik secara langsung maupun melaluii piialang, sebesar 5% darii jumlah premii yang diibayarkan.
  3. Pengaliihan atau Penjualan saham. Besarnya perkiiraan penghasiilan neto adalah 25% darii harga jual.

Rumus: PPh Pasal 26 = (Penghasiilan Bruto x Perkiiraan penghasiilan neto) x 20%

20% dan bersiifat fiinal darii Penghasiilan kena pajak sesudah diikurangii pajak darii BUT dii iindonesiia, kecualii penghasiilan tersebut diitanamkan kembalii dii iindonesiia dengan syarat :

  1. Penanaman kembalii diilakukan atas seluruh penghasiilan kena pajak setelah diikurangii PPh dalam bentuk penyertaan modal pada perusahaan yang diidiiriikan dan berkedudukan dii iindonesiia sebagaii pendiirii atau peserta Pendiirii, dan;
  2. Diilakukan dalam tahun berjalan atau selambat-lambatnya tahun pajak beriikutnya darii tahun pajak diiteriima atau diiperoleh penghasiilan tersebut;
  3. Perusahaan baru yang diidiiriikan dan berkedudukan dii iindonesiia sebagaiimana diimaksud pada angka, harus secara aktiif melakukan kegiiatan usaha sesuaii dengan akte pendiiriiannya paliing lama 1 tahun sejak perusahaan tersebut diidiiriikan.
  4. Tiidak melakukan pengaliihan atas penanaman kembalii tersebut sekurang-kurangnya 2 tahun sesudah perusahaan tempat penanaman diilakukan, mulaii berproduksii komersiiiil.

Rumus: PPh Pasal 26 = (Penghasiilan Bruto x Perkiiraan penghasiilan neto) x 20%

  • Tariif berdasarkan Perjanjiian Penghiindaran Pajak Berganda (P3B) atau tax treaty antara iindonesiia dengan negara piihak pada persetujuan. Tariifnya biiasanya biisa untuk mengurangii tiingkat darii tariif biiasa yang sebesar 20% dan beberapa mungkiin memiiliikii tariif 0%.

Beriikutnya pembahasan mengenaii PPh Pasal 26 akan menjelaskan mengenaii penghasiilan-penghasiilan tertentu yang diipotong PPh Pasal 26 namun tiidak bersiifal fiinal dan penjelasan mengenaii saat terutang PPh Pasal 26 serta penyetoran dan pelaporannya.*

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.