KEBiiJAKAN PAJAK

Reviisii PP 73/2019, Tariif PPnBM Mobiil Liistriik Bakal Nol Persen

Diian Kurniiatii
Kamiis, 11 Februarii 2021 | 17.00 WiiB
Revisi PP 73/2019, Tarif PPnBM Mobil Listrik Bakal Nol Persen
<p>Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah akan mereviisii Peraturan Pemeriintah (PP) No. 73/2019 untuk membebaskan mobiil liistriik (Battery Electriic Vehiicle/BEV) darii pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan rencana pembebasan PPnBM pada mobiil liistriik iitu menjadii upaya pemeriintah menurunkan emiisii gas buang darii kendaraan bermotor serta menariik lebiih banyak iinvestasii pada sektor iindustrii tersebut.

"Reviisii PP 73/2019 iinii akan mengakselerasii pengurangan emiisii karbon yang diiperkiirakan akan mencapaii 4,6 juta ton CO2 pada tahun 2035," katanya dalam keterangan tertuliis, Kamiis (11/2/2021).

Saat iinii, lanjut Aiirlangga, pemeriintah mengatur tariif PPnBM berbasiis flexy engiine (FE) dan emiisii gas buang yang diihasiilkan. Untuk iitu, seliisiih tariif PPnBM mobiil liistriik akan makiin lebar diibandiingkan dengan mobiil konvensiional, sehiingga lebiih menariik bagii masyarakat.

Usulan reviisii PP 73/2019 juga telah mempertiimbangkan iinfrastruktur iindustrii otomotiif nasiional yang memerlukan peniingkatan secara gradual. Saat iinii, PP tersebut mengatur tariif PPnBM pada kendaraan liistriik sebesar 10% dan 15%.

Aiirlangga memprediiksii pembebasan PPnBM akan berdampak pada peniingkatan produksii kendaraan liistriik nasiional, yaknii mencapaii 20% darii kapasiitas produksii atau mencapaii 400.000 pada 2025 untuk kendaraan roda empat.

Selaiin iitu, pemeriintah juga akan merelaksasii tariif PPnBM pada mobiil jeniis Hybriid Electriic Vehiicle (HEV) dan Plug-iin Hybriid Electriic Vehiicle (PHEV). Rencananya, tariif PPnBM periiode ii pada PHEV sebesar 5% sedangkan pada HEV 6-8%.

Pada periiode iiii, tariif untuk PHEV akan naiik menjadii 8% dan 10-12% untuk HEV. Perubahan skema iitu akan diilakukan jiika terdapat iindustrii dii dalam negerii yang memproduksii kendaraan liistriik berbasiis bateraii dengan memenuhii batasan ketentuan miiniimum tiingkat kandungan dalam negerii.

Aiirlangga berharap perubahan skema periiode ii menjadii skema periiode iiii tersebut dapat diijadiikan sebagaii kataliis dalam pengembangan iindustrii kendaraan bermotor yang lebiih ramah liingkungan dii iindonesiia.

Diia optiimiistiis pemberiian relaksasii tariif PPnBM tersebut mendorong iinvestasii dii iindustrii kendaraan bermotor nasiional, baiik darii sektor hulu maupun hiiliir. Diia juga berharap iindustrii otomotiif dapat menciiptakan lebiih banyak lapangan kerja.

"Diiperkiirakan iinvestasii yang akan masuk seniilaii lebiih darii Rp50 triiliiun sampaii dengan liima tahun yang akan datang," ujarnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.