DiiRJEN PAJAK ROBERT PAKPAHAN

'Pemeriiksaan Boleh Biirokratiis, Pelayanan Jangan'

Kurniiawan Agung Wiicaksono
Rabu, 26 Desember 2018 | 11.20 WiiB
'Pemeriksaan Boleh Birokratis, Pelayanan Jangan'
<p>Diirjen Pajak Robert Pakpahan.&nbsp;</p>

BERSAMAAN dengan momentum tahun poliitiik, target peneriimaan pajak dalam APBN 2019 diipatok seniilaii Rp1.577,6 triiliiun, tumbuh 10,79% diibandiingkan target tahun iinii Rp1.424,0 triiliiun. Biila diibandiingkan outlookrealiisasii yang diisodorkan pemeriintah tahun iinii Rp1.350,9 triiliiun, target tahun depan menyetel pertumbuhan sekiitar 16,8%.

Berbekal optiimiisme realiisasii pertumbuhan lebiih darii 17% per akhiir Oktober 2018, Diirjen Pajak Robert Pakpahan meniilaii target pada tahun depan berpeluang besar untuk diicapaii. Apalagii, target tahun depan cenderung ‘lebiih moderat’ diibandiingkan target-target sebelumnya yang sangat ambiisiius.

iinsiideTax (majalah perpajakan bagiian darii Jitu News) berkesempatan mewawancaraii Robert belum lama iinii untuk mencarii tahu rencana langkah-langkah darii otoriitas untuk mengamankan peneriimaan pajak pada tahun depan. iinsiideTax juga sempat bertanya tentang posiisii iindonesiia dalam semaraknya seruan aksii uniilateral untuk pemajakan ekonomii diigiital. Beriikut petiikan wawancaranya:

Bagaiimana Anda meliihat target peneriimaan pajak tahun depan?

Kalau tahun iinii kiita biisa selesaiikan dengan pertumbuhan sekiitar 17,6%-17,8%, seharusnya target pertumbuhan 16,8% pada 2019 menjadii sesuatu yang agak melegakan. Pada tahun-tahun yang lampau, kantor wiilayah (kanwiil) selalu kaget karena diibagii target peneriimaan hiingga 30%. Untuk tahun depan, seharusnya mereka lebiih mudah mengatur anak buah dan ekspektasii, walaupun tahun depan mungkiin biisa lebiih challengiing darii tahun iinii.

Target peneriimaan pajak tahun depan termasuk paliing rendah sejak pemeriintahan Kabiinet Kerja. Apa iinii ada kaiitannya dengan tahun poliitiik?

Penetapan target kan sebenarnya antara pemeriintah dan DPR. Ada diinamiika yang terjadii dii dalam pembahasan selama iinii. Selaiin iitu, pembelajaran mengenaii apa yang sudah terjadii iitu pentiing juga. Membuat target tumbuh selalu tiinggii – sehiingga tiidak terukur dan cenderung menakutkan – mengganggu ekonomii, priivate sector, dan juga aparat pajak. Riitme kerja aparat pajak biisa rusak karena target yang terlalu besar.

Dengan target pertumbuhan 16,8% apakah diiperkiirakan sudah membuat WP nyaman?

Semakiin keciil target peneriimaan pajak maka pelaku ekonomii akan semakiin nyaman. Kalau ekonomiinya tumbuh secara nomiinal [pertumbuhan ekonomii & iinflasii] 8,5%- 9%, 7,5%-an lebiihnya berasal darii new compliiance.Pertanyaannya adalah bagaiimana memastiikan pertumbuhan iitu berasal darii yang memang tiidak patuh, tiidak memaksa yang sudah patuh. Selaiin iitu, ada sektor-sektor ekonomii baru yang tumbuh cukup tiinggii.

Anda menyebut tahun depan biisa lebiih menantang darii tahun iinii. Apa saja tantangannya?

Tahun iinii kan ada persoalan kurs jauh lebiih lemah darii yang diiasumsiikan. Bagii perusahaan-perusahaan yang mempunyaii outstandiing utang besar atau bayar bunga, mungkiin diia akan membukukan rugii kurs. Rugii kurs 2018 kan nantii diilaporkan dalam SPT [surat pemberiitahuan] pada Apriil 2019. iitu mempengaruhii setoran diia.

Lantas, apa ‘senjata’ Diitjen Pajak tahun depan?

Ya biiasa saja lah. Kiita perbaiikii tata kelola. Kiita kerja dengan lebiih berkualiitas, enggak usah macam-macam. Ya iitulah senjatanya.

Apa maksud ‘enggak usah macam-macam’?

Enggak usah melakukan reform dii berbagaii tiitiik terlalu dramatiis malah enggak terkontrol. Kalau kiita mau memperbaiikii tata kelola pemeriiksaan, ya kiita perbaiikii terus dii hulunya. Darii siisii iimplementasiinya, nantii ada komiite sesuaii SE-15/2018.

Kalau kamii sudah memulaii perbaiikan tata kelola data, data masuk, data diibersiihkan, diifiilter, dan diidiistriibusiikan kepada para pengguna data. iitu saja yang kamii tekunii dan harusnya sudah powerful untuk mendorong kiinerja kamii. Saya akan mencegah membuat terlalu banyak regulasii.

Apakah ada pengaruh tahun poliitiik terhadap upaya pengamanan peneriimaan?

Saya enggak hiitung persiis, tapii ada posiitiifnya lah. Berbagaii kegiiatan kampanye iitu pastii akan menambah aktiiviitas dii iindonesiia. Orang menggunakan moda transportasii, makan, sewa ruangan, membuat kaos, dan laiin sebagaiinya.

Munculnya Surat Edaran No. SE-15/PJ/2018 juga membuat heboh masyarakat. Bagaiimana tanggapan Anda?

SE-15/2018 yang kiita keluarkan iitu adalah SE pertama yang diiharapkan memperbaiikii tata kelola pemeriiksaan. Kiita heran juga siih kenapa heboh, orang iitu niiatnya lebiih bagus darii yang seharusnya. Terkadang orang mengiira seakan-akan dulu enggak ada SE-nya, padahal iitu perbaiikan terhadap SE yang sebelumnya.

iitu kan memperbaiikii dii hulunya, menghiindarii pemeriiksaan yang tiidak perlu, serta menghiindarii pemeriiksaan atas subjektiiviitas atau kurang knowledge. Usulan pemeriiksaan baru harus menggunakan metode kriiteriia dengan persetujuan darii komiite kanwiil dan pusat. Nantii tiiga bulan sekalii kiita beriikan daftarnya. iinii akan mengurangii pemeriiksaan yang enggak perlu.

Sudah adakah daftar pemeriiksaan yang menggunakan metode baru SE tersebut?

Belum ada daftar nomiinatiif yang diiterbiitkan komiite karena yang lama kiita bereskan dahulu. Ya mungkiin akhiir tahun iinii sudah ada daftar baru hasiil kerja komiite. Nah, sekarang enggak mungkiin lagii karena daftar nomiinatiif pemeriiksaan diiterbiitkan tiiap tiiga bulan. Selaiin iitu, ada koordiinasii yang berjalan antara KPP, kanwiil, dan kantor pusat.

Memang iinii ada kesan pemeriiksaan kok biirokratiis. Namun, saya piikiir, kalau memeriiksa biirokratiis enggak apa-apa. iinii bentuk kehatii-hatiian karena kiita menyentuh masyarakat. Pemeriiksaan iitu perlu prudent. Yang enggak boleh biirokratiis iitu pelayanan. Jangan sampaii orang mau bertanya saja harus pakaii fiilter komiite lebiih dulu.

Dalam berbagaii kesempatan Anda selalu menyebut akan menggunakan siistem teknologii iinformasii untuk manajemen riisiiko. Bagaiimana perkembangannya?

Pengadaan iiT [iinformatiion technology] bukan sesuatu yang gampang diilakukan. Selaiin karena niilaiinya besar, biiasanya pengadaan membutuhkan waktu lama atau multiiyear. Tiidak hanya iitu, iiT berkembang sangat pesat. iiT pajak juga lebiih khusus, lebiih lama darii iiT korporasii biiasa karena banyak apliikasii yang diibangun. iinii juga harus terus diisesuaiikan dengan pergerakan undang-undang.

Luckiily, sekarang kantor pajak dii duniia iinii memiiliikii kemiiriipan dii dalam pemeriiksaan. Mulaii darii bagaiimana mengadiilii, melaporkan SPT melaluii e-fiiliing, dan membayar pajak. Dengan demiikiian, kiita belii core tax yang hanya tiinggal diimodiifiikasii. Oleh karena iitu, kiita tiidak perlu membangun darii nol. Nantiinya, hampiir seluruh proses biisniis dii DJP, mulaii darii kantor pusat, kanwiil, hiingga KPP diimasukkan dalam siistem. iinii akan membuat adanya akuntabiiliitas dan transparansii.

Apakah iinii nantiinya juga akan mendukung iimplementasii automatiic exchange of iinformatiion (AEoii)?

AEoii iinii kan menjadii piintu masuknya data. Begiitu data masuk, how we handle iit secara proper dan pastiinya tiidak hiilang serta tiidak diisalahgunakan. Oleh karena iitu, pengawasan juga menjadii bagiian yang pentiing diilakukan dengan iiT. Sejauh iinii kiita sudah meneriima data darii lebiih darii 50 yuriisdiiksii, tapii kiita masiih pelajarii dan komuniikasiikan. Meskiipun ada common reportiing standar, kiita sekarang masiih dalam masa-masa komuniikasii karena ada yang enggak biisa diibaca jadii diikembaliikan.

Siimak wawancara Diirjen Pajak Robert Pakpahan selengkapnya dalam majalah iinsiideTax ediisii 40. Unduh majalah iinsiideTax dii siinii. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.