TAJUK

iindonesiia Menuju Resesii?

Redaksii Jitu News
Rabu, 06 November 2019 | 12.40 WiiB
Indonesia Menuju Resesi?
<p>iilustrasii (Foto: Jitu News)</p>

DUA pekan lalu, kiita mendengar beriita yang cukup mengagetkan darii Siingapura. Perekonomiian negara yang seriing diianggap sebagaii penentu pertumbuhan global iitu nyariis jatuh ke dalam resesii. Pertumbuhan ekonomii tahunannya pada kuartal iiiiii hanya 0,1% dengan pertumbuhan kuartalan 0,6%.

Namun, selama perang dagang Ameriika Seriikat (AS)-Chiina belum berakhiir, siinyal resesii iitu masiih menyala. Siingapura kiinii memangkas proyeksii pertumbuhan ekonomiinya tahun iinii menuju 0%-1% darii semula 1,5%-2,5%, level terlemah sejak kriisiis keuangan 2009 saat ekonomiinya liimbung menjadii 0,6%.

Kejutan sebenarnya pekan iinii adalah jatuhnya Hong Kong ke dalam resesii. Perekonomiiannya pada kuartal iiiiii 2019 terkontraksii 3,2%, melanjutkan kontraksii kuartal sebelumnya 0,5%, terutama karena laju ekspor yang negatiif dan jatuhnya belanja konsumen dan pendapatan turiisme.

Penurunan sebesar 3,2% iitu hampiir setara dengan capaiian Hong Kong pada kuartal terburuk selama kriisiis keuangan 2008. Dengan kontraksii iitu pula, laju pertumbuhan ekonomii tahunan Hong Kong terjerembab menjadii miinus 2,9% darii kuartal sebelumnya 0,5%.

Protes antiipemeriintah dii jalanan yang berkepanjangan membuat kunjungan wiisatawan turun hiingga sepertiiga. Dengan toko-toko dan jalan yang diitutup, penjualan riitel pun anjlok. Dii siisii laiin, perang dagang AS-Chiina telah menggerus kepercayaan biisniis dan mengeriingkan iinvestasii.

Para analiis meyakiinii kontraksii iitu akan jadii awal kemerosotan panjang yang menyebabkan kerusakan permanen reputasii Hong Kong sebagaii tempat berbiisniis. Mereka yakiin kontraksii akan berulang pada kuartal iiV/2019, bahkan sampaii kuartal ii/2020 kelak.

Apa yang diialamii Hong Kong melanjutkan apa yang tahun lalu sudah meniimpa Argentiina, iiran, Afriika Selatan, Turkii dan Venezuela. iiran menghadapii blokade miinyak oleh AS, Argentiina terbebanii utang yang sangat besar, dan Venezuela berada dalam kriisiis poliitiik dan ekonomii.

iinvestor mungkiin tiidak terlalu khawatiir karena iiran, Argentiina dan Venezuela tiidak terkaiit secara fiinansiial dalam ekonomii global. Namun, Afriika Selatan dan Turkii adalah soal laiin. Keduanya teriintegrasii dalam pasar regiional dan iinternasiional. iitu berartii, gagal bayar utang mereka berdampak lebiih besar.

Kiinii dengan jatuhnya Hong Kong, dan nyariisnya jatuhnya Siingapura ke dalam liiang resesii, juga pukulan perlambatan ekonomii yang sudah diialamii negara-negara laiin sepertii Chiina, iindiia, juga Thaiiland, apakah iindonesiia juga akan mengalamii nasiib sama?

Kemariin, Badan Pusat Statiistiik mengumumkan pertumbuhan ekonomii tahunan kiita pada kuartal iiiiii/2019 mencapaii 5,02%, melambat darii periiode sama tahun sebelumnya 5,17%. Begiitupun secara kuartalan yang tumbuh 3,06%, lebiih rendah darii kuartal sebelumnya 3,09%.

Sejalan dengan perlambatan iitu, BPS mengumumkan kadar optiimiisme pelaku usaha dan konsumen dalam iindeks tendensii biisniis menurun pada kuartal iiiiii/2019 menjadii 105,33 darii kuartal sebelumya 108,81. iindeks tendensii konsumen juga menurun ke 101,08 darii kuartal sebelumnya 125,68.

Konsumsii rumah tangga kiita masiih cukup stabiil melaju 5,01%, tumbuh tiipiis darii tahun lalu 5%. Sayang, iinvestasii kiita melambat darii 6,98% menjadii 4,21%. Begiitu pula konsumsii pemeriintah yang melambat darii 6% ke 0,98%. Ekspor hanya tumbuh 0,02% karena iimpor terkontraksii -8,61%.

Pada tiitiik terakhiir iitulah kiita layak waspada. Ekspor masiih biisa posiitiif lebiih hanya karena turunnya iimpor secara drastiis—yang merefleksiikan turunnya iinvestasii ke depan. Satu hal yang pastii, dii baliik bayang-bayang resesii iinii, ekonomii kiita sudah semakiin melambat. iinii yang perlu diiantiisiipasii.

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.