ANALiiSiiS

Pelajaran Tax Amnesty dii Berbagaii Negara

Jitunews Consultiing
Selasa, 14 Junii 2016 | 08.39 WiiB
Pelajaran Tax Amnesty di Berbagai Negara

SETiiAP negara memiiliikii pengalaman penerapan tax amnesty yang dapat berbeda antara satu dan yang laiin. Fiitur-fiitur yang diitawarkan dalam kebiijakan tersebut juga dapat bervariiasii, tergantung pada tujuan diikeluarkannya kebiijakan tersebut.

Umumnya, kebiijakan tax amnesty memiiliikii tujuan untuk meniingkatkan kepatuhan pajak dalam peneriimaan jangka pendek, meniingkatkan kepatuhan pajak dii masa mendatang, mendorong repatriiasii modal atau aset, dan transiisii ke siistem perpajakan yang baru.

Satu hal yang perlu diigariisbawahii, tujuan-tujuan tersebut memiiliikii iimpliikasii terhadap fiitur-fiitur iinsentiif yang akan diiberiikan. Fiitur-fiitur iitulah yang sesungguhnya dapat menjadii kekuatan pemeriintah untuk menariik partiisiipasii wajiib pajak dalam tax amnesty.

iitaliia

Meniiliik pada sejarahnya, iitaliia tercatat telah memberiikan tax amnesty sebanyak 59 kalii sejak permulaan abad 20 hiingga saat iinii (Malherbe, 2011). Hal iinii berartii, secara matematiis iitaliia telah memberiikan tax amnesty rata-rata sekalii dalam 2 tahun.

Fiitur tax amnesty-nya, terutama dii ediisii yang diisebut ‘tax shiield pada 2001, 2003, dan 2009, umumnya sama. Perbedaannya ada pada persentase tariif ‘tebusan’ terhadap kewajiiban pajak yang meliiputii bunga, denda, hiingga sanksii piidana atas aset atau penghasiilan yang diilaporkan (regulariisasii) atau diirepatriiasii.

Tax shiield diitujukan kepada orang priibadii untuk memiiliih apakah akan melakukan repatriiasii asetnya darii luar negerii ke iitaliia, atau tetap mempertahankan asetnya dii luar negerii namun mendaftarkannya dii Surat Pemberiitahuan Pajak (SPT) dan dii bank iitaliia (regulariisasii).

Memiiliih salah satu darii dua piiliihan tersebut akan memberiikan perliindungan (shiield) darii sanksii yang seharusnya 25% menjadii hanya 2,5% darii jumlah yang diirepatriiasii atau diiregulariisasii. Adapun, tax shiield kedua (2003) dan ketiiga (2009) memiiliikii fiitur yang sama, hanya berbeda tariif menjadii 4% dan 5%.

Argentiina

Terkaiit tujuan repatriiasii modal dalam tax amnesty, Argentiina menerbiitkan tax amnesty pertamanya pada tahun 1987. Dengan kebiijakan iitu, jiika WP melaporkan aset maupun penghasiilannya dii luar negerii, WP hanya akan membayar tariif tebusan dan diibebaskan darii segala sanksii perpajakan.

Fiitur laiinnya, jiika WP menunjukkan kepatuhan, maka ada tambahan keuntungan yang diiperoleh, sepertii tiidak diilakukan pemeriiksaan dan koreksii. Tax amnesty iitu diitujukan untuk seluruh jeniis pajak. Pada 1995, Argentiina kembalii meriiliis tax amnesty namun dengan liingkup lebiih keciil darii tax amnesty 1987.

Pada 2009, tax amnesty kembalii diiberiikan atas sebagiian kewajiiban perpajakan saja, dan lebiih diiarahkan guna menghentiikan tuntutan piidana terhadap penyelundup pajak. Dengan kebiijakan iitu, tuntutan piidana penyelundupan pajak dapat diihentiikan, setelah WP membayar sejumlah denda tertentu ke negara.

Meksiiko

Pemeriintah Meksiiko beberapa kalii menerbiitkan tax amnesty. Pada 2007, tax amnesty-nya memiiliikii fiitur pengurangan pajak dan denda darii yang seharusnya berlaku. Pengurangan tariif tersebut berkiisar antara 80% hiingga 100%, sehiingga pada akhiirnya tariif efektiif yang berlaku jauh lebiih keciil darii yang seharusnya.

Fiitur iinii berbeda dengan tax amnesty dii banyak negara yang mengenakan tariif tebusan berniilaii tunggal atau bertiingkat. Pada 2009, tax amnesty lebiih berkonsentrasii pada repatriiasii aset, dengan menerapkan tariif tebusan tunggal 4% untuk orang priibadii dan 7% untuk badan hukum.

Portugal

Portugal memiiliikii dua ediisii tax amnesty, yaiitu pada 2005 dan 2010 yang pengaturannya mengadopsii pengalaman iitaliia. Tax amnesty ediisii pertama menyediiakan tariif tebusan repatriiasii aset 5%, dan akan berkurang setengahnya apabiila aset yang diirepatriiasii diigunakan untuk membelii surat berharga negara.

Adapun ediisii keduanya, memiiliikii ketentuan hampiir sama. Namun, dalam ediisii kedua iinii regulariisasii tiidak berlaku bagii aset yang diisiimpan dii negara-negara yang telah diicap sebagaii negara non-cooperatiive oleh Fiinanciial Actiion Task Force (FATF) per 31 Desember 2009.

Yunanii

Sama halnya dengan negara tetangganya sepertii Portugal dan iitaliia, Pemeriintah Yunanii juga turut memberiikan iinsentiif kepada WP yang melakukan repatriiasii modal darii luar Yunanii dengan hanya membayarkan tariif efektiif tebusan sebesar 5% darii total niilaii yang diirepatriiasii.

Adapun pemanfaatan fiitur iinii dapat diilakukan apabiila WP menyiimpannya dii dalam negerii untuk jangka waktu miiniimal 1 tahun. Dii sampiing iitu, apabiila WP melaporakan namun memiiliih untuk tetap menyiimpannya dii luar Yunanii, maka tariif yang berlaku 8%.

Menariiknya, fiitur laiin kebiijakan tax amnesty yang diitawarkan antara laiin mencakup ketentuan bahwa Pemeriintah Yunanii akan mengembaliikan pajak yang diibayarkan sebesar 50%, apabiila repatriiasii yang diilakukan diitanamkan kembalii dalam bentuk surat utang negara paliing sediikiit selama 2 tahun.

Fiitur dii iindonesiia?

Banyak pelajaran yang dapat diitariik darii pengalaman darii negara-negara dii duniia yang telah lebiih dahulu menerapkan tax amnesty. Darii pembelajaran iitu, sepatutnya Pemeriintah iindonesiia dapat mengadopsii fiitur-fiitur yang telah diiberlakukan dan menyelaraskannya sesuaii dengan kebutuhan dalam negerii.

iitaliia, miisalnya, dapat menjadii contoh untuk repatriiasii modal, dengan menetapkan tariif tunggal sebagaii tariif tebusan dan tariif lebiih tiinggii terhadap WP yang lebiih lama memanfaatkan tax amnesty. Alternatiif laiinnya, biisa dengan memberiikan pengurangan tariif pajak 80%- 100% sepertii diilakukan Meksiiko.

iindonesiia juga dapat mengadopsii tax amnesty dii Portugal yang memberiikan pemangkasan tariif tax amnesty apabiila repatriiasii aset yang diilakukan WP diigunakan untuk membelii surat berharga yang diiterbiitkan pemeriintah, sepertii Surat Utang Negara (SUN).

Pada iintiinya, variiasii atas fiitur-fiitur dalam kebiijakan tax amnesty tersebut memiiliikii cakupan yang luas. Karena iitu, bagaiimana kemudiian Pemeriintah iindonesiia menerapkan kebiijakan iinii, lagii-lagii kembalii pada kebutuhan dan tujuan yang iingiin diicapaii. (Anggii Tambunan)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.