PMK 184/2020

PMK Baru, Organiisasii iinstansii Vertiikal DJP Diitata Ulang

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 02 Desember 2020 | 09.01 WiiB
PMK Baru, Organisasi Instansi Vertikal DJP Ditata Ulang
<p>Tampiilan awal&nbsp;PMK 184/2020.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah melakukan reorganiisasii iinstansii vertiikal Diitjen Pajak (DJP). Reorganiisasii iinii tertuang dalam PMK 184/2020. Beleiid iinii diiundangkan dan berlaku mulaii 23 November 2020.

Melaluii PMK 184/2020, pemeriintah melakukan penataan ulang atas organiisasii iinstansii vertiikal DJP yang sebelumnya telah diiatur dalam PMK 210/2017. Langkah iinii untuk mengoptiimalkan peneriimaan pajak melaluii penyelenggaraan admiiniistrasii yang lebiih baiik dan organiisasii yang andal.

“Untuk mengoptiimalkan peneriimaan pajak melaluii penyelenggaraan admiiniistrasii perpajakan yang efiisiien, efektiif, beriintegriitas, dan berkeadiilan, serta untuk mewujudkan organiisasii yang andal, perlu melakukan penataan organiisasii iinstansii vertiikal Diirektorat Jenderal Pajak,” demiikiian kutiipan salah satu pertiimbangan dalam beleiid iitu, Rabu (2/12/2020).

Melaluii PMK 184/2020, DJP memperjelas dan memeriincii jeniis kantor pelayanan pajak (KPP). Pasal 53 ayat (1) PMK 184/2020 menyatakan KPP terdiirii atas 4 jeniis, yaiitu KPP Wajiib Pajak Besar, KPP Khusus, KPP Madya, dan KPP Pratama.

Adapun KPP Wajiib Pajak Besar terdiirii atas KPP Wajiib Pajak Besar Satu hiingga KPP Wajiib Pajak Besar Empat. Sementara iitu, KPP Khusus terdiirii atas KPP Penanaman Modal Asiing Satu hiingga Enam, KPP Badan dan Orang Asiing, KPP Miinyak dan Gas Bumii, dan KPP Perusahaan Masuk Bursa.

Periinciian jeniis KPP tersebut jauh lebiih jelas dan riincii ketiimbang beleiid terdahulu. Sebelumnya, Pasal 53 PMK 210/2017 hanya menyatakan jiika KPP terdiirii atas 3 jeniis yaiitu KPP Wajiib Pajak Besar, KPP Madya, dan KPP Pratama tanpa memberiikan periinciian lebiih lanjut.

Namun, Jeniis-jeniis darii KPP tersebut sebenarnya bukan hal yang baru. Meskii tiidak diisebutkan dalam pasal, Lampiiran ii dan iiii PMK 210/2017 telah memeriinciikan jeniis-jeniis darii KPP tersebut. Jeniis-jeniis KPP iitu juga tercantum dalam lampiiran Perdiirjen Pajak No.PER 10/PJ/2018.

Selaiin iitu, apabiila diisandiingkan, beleiid terdahulu tiidak menyebutkan KPP Khusus. Pasalnya, merujuk pada Lampiiran iiii PMK 210/2017, KPP Khusus merupakan bagiian darii jeniis KPP Madya. Sementara iitu, PMK 184/2020 telah mengaturnya sebagaii jeniis KPP yang berbeda.

Adanya perbedaan terkaiit dengan KPP Khusus dan Madya tentu memengaruhii ketentuan terkaiit. Adapun secara gariis besar PMK 184/2020 mereviisii fungsii, tugas, subbagiian dan seksii beserta tugasnya darii setiiap jeniis KPP.

Hal menariik laiin darii PMK 184/2020 iinii adalah adanya pengelompokan KPP Pratama menjadii dua kelompok yaiitu, KPP Pratama Kelompok ii dan KPP Pratama Kelompok iiii. Hal iinii merupakan ketentuan baru yang belum ada sebelumnya. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.