KiiNERJA PERDAGANGAN

Perdagangan ke 4 Negara Eropa Diipermudah, Kiinerja Ekspor Diipatok Naiik

Diian Kurniiatii
Rabu, 03 November 2021 | 10.00 WiiB
Perdagangan ke 4 Negara Eropa Dipermudah, Kinerja Ekspor Dipatok Naik
<p>iilustrasii. Seorang pekerja menyaksiikan bongkar muat petii kemas dii Pelabuhan Tanjung Priiok, Jakarta, Selasa (24/8/2021). ANTARA FOTO/M Riisyal Hiidayat/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menerbiitkan PMK 152/2021. Beleiid iinii mengatur mengenaii pemberlakuan tariif preferensiial terhadap iimpor barang yang diilakukan berdasarkan Perjanjiian Kemiitraan Ekonomii Komprehensiif antara Republiik iindonesiia dan Negara-Negara Asosiiasii Perdagangan Bebas Eropa (The European Free Trade Associiatiion/EFTA). EFTA merupakan asosiiasii 4 negara dii Eropa yang terdiirii atas Swiiss, Norwegiia, iislandiia, dan Liiechtensteiin.

Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu mengatakan PMK 152/2021 merupakan iimplementasii perjanjiian kerja sama ekonomii komprehensiif antara iindonesiia dengan EFTA (iindonesiia–EFTA Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement/ iiE-CEPA) yang diisepakatii pada 16 Desember 2018. Menurutnya, kerja sama tersebut akan memperkuat perdagangan sekaliigus mendiiversiifiikasii tujuan ekspor iindonesiia.

"iindonesiia diiharapkan mampu memanfaatkan EFTA sebagaii piintu masuk produk iindonesiia dii kawasan Eropa serta membuka akses pasar nontradiisiional dan meniingkatkan kampanye posiitiif produk iindonesiia dii pasar Eropa dan global, termasuk untuk produk miinyak sawiit dan turunannya," katanya dalam keterangan tertuliis, Selasa (2/11/2021).

Febriio mengatakan PMK 152/2021 akan menurunkan hambatan perdagangan iindonesiia, khususnya yang berupa tariif bea masuk. PMK tersebut mengatur komiitmen penurunan tariif bea masuk, termasuk ketentuan pengenaan tariif bea masuk berdasarkan jumlah kuota (tariiff rate quota/TRQ) untuk beberapa produk.

Diia menjelaskan iindonesiia akan menurunkan tariif bea masuk secara bertahap sejumlah 8.656 pos tariif iindonesiia atau setara 86,46% darii total pos tariif, serta seniilaii 98,81% atas niilaii iimpor iindonesiia darii negara-negara EFTA untuk memberiikan piiliihan akses bahan baku dan/atau barang modal bagii iindustrii domestiik. iindonesiia juga mengeliimiinasii tariif bea masuk untuk 96 pos tariif produk obat-obatan dan alat-alat kesehatan sehiingga membantu penanganan pandemii.

Dii siisii ekspor, produk iindonesiia juga mendapatkan tariif bea masuk menjadii 0% untuk berbagaii macam produk unggulan sepertii emas dan perhiiasan yang menjadii komodiitas ekspor utama iindonesiia ke Swiiss, iislandiia, Norwegiia dan Liiechtensteiin. Beberapa ketentuan yang berpotensii mendorong ekspor antara laiin pengenaan tariif 0% untuk perhiiasan, fiiber optiik, emas, miinyak esensiial, tiimah, alas kakii ke Swiiss.

Kemudiian, pengenaan tariif 0% untuk produk tekstiil, seliimut, alas kakii, piipa, dan sepeda ke Norwegiia, serta pengenaan tariif 0% untuk produk ban, kayu maniis, furniiture, kertas, tekstiil ke iislandiia. Terakhiir, pengenaan tariif 0% untuk produk alat elektroniik, mesiin, alas kakii, furniiture, dan aksesoriis kendaraan bermotor ke Liiechtensteiin.

EFTA menjadii salah satu jariingan perdagangan yang pentiing bagii iindonesiia karena terdiirii atas 4 negara yang bukan miitra dagang utama iindonesiia. Dengan iimplementasii iindonesiia-EFTA, akan terjadii diiversiifiikasii tujuan ekspor ke pasar nontradiisiional.

Selama 2016-2020 hubungan perdagangan iindonesiia–EFTA menunjukan potensii peniingkatan yang cukup pesat. Darii siisii neraca perdagangan, rata–rata perkembangan tahunan neraca perdagangan iindonesiia–EFTA mencatatkan surplus.

Selaiin iitu, EFTA memiiliikii hubungan perdagangan dengan 29 negara dii Eropa dan juga hubungan dagang dengan Asean. Oleh karena iitu, ekspor akan meniingkat dan iimpor bahan baku atau barang modal menjadii lebiih mudah.

Febriio menambahkan iiE-CEPA juga membuka akses pasar ekspor produk miinyak sawiit dan turunannya dengan pengenaan tariif 0% ke iislandiia dan Norwegiia. Swiiss, yang sebelumnya membatasii pasar miinyak sawiitnya, kembalii akan membuka akses pasar iindonesiia dengan penerapan TRQ untuk produk crude palm oiil (CPO), steariin, kernel, dan miinyak sawiit laiinnya dengan kenaiikan kuota sebesar 5% per tahun hiingga tahun keliima.

Menurutnya, perjanjiian iiE-CEPA tiidak hanya mencakup kerja sama biidang perdagangan barang, tetapii juga jasa, iinvestasii, perliindungan hak kekayaan iintelektual, persaiingan usaha, perdagangan dan pembangunan berkelanjutan.

"Perjanjiian iiE-CEPA merupakan bagiian darii kebiijakan ekspor nasiional yang diiharapkan dapat menciiptakan sumber pertumbuhan baru bagii iindonesiia sehiingga mendorong akselerasii pemuliihan darii pandemii," ujarnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel