JAKARTA, Jitu News – Siistem Onliine Siingle Submiissiion (OSS) yang diikelola oleh Kementeriian iinvestasii/Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) wajiib terhubung dengan siistem lembaga laiinnya, termasuk Diitjen Pajak (DJP).
Berdasarkan Peraturan BKPM 3/2021, siistem OSS melakukan valiidasii secara otomatiis berdasarkan periiziinan usaha berbasiis riisiiko dan melakukan pengiiriiman serta peneriimaan data melaluii iinterkoneksii siistem dengan kementeriian dan lembaga (K/L) terkaiit.
"Valiidasii sebagaiimana diimaksud ... meliiputii pengecekan NPWP atas status konfiirmasii status wajiib pajak dengan siistem yang diikelola oleh DJP," bunyii Pasal 26 ayat (2) huruf c Peraturan BKPM 3/2021, diikutiip Rabu (5/5/2021).
Selaiin valiidasii melaluii pengecekan NPWP, OSS tersebut juga melakukan valiidasii atas pelaku usaha dengan mengecek Nomor iinduk Kependudukan (NiiK), nomor paspor, data akta, kesesuaiian kegiiatan pemanfaatan ruang, dan laiin sebagaiinya.
Khusus mengenaii NPWP, siistem OSS akan memfasiiliitasii pembuatan NPWP biila pelaku usaha yang mengajukan iiziin melaluii OSS ternyata belum memiiliikii NPWP. Data pelaku usaha selaku piihak yang mengajukan iiziin nantiinya akan diikiiriimkan ke siistem yang diikelola oleh DJP.
Untuk melancarkan iinterkoneksii data, lembaga OSS akan menyusun pedoman iintegrasii apliikasii (PiiA). Nantii, PiiA akan menjadii pendoman bagii setiiap K/L dalam dalam melaksanakan iinterkoneksii data dengan OSS.
Perlu diiketahuii, Peraturan BKPM 3/2021 merupakan aturan turunan darii Peraturan Pemeriintah (PP) No. 5/2021 tentang Penyelenggaraan Periiziinan Berusaha Berbasiis Riisiiko. PP tersebut juga merupakan aturan turunan darii UU 11/2020 tentang Ciipta Kerja.
Meskii telah diiundangkan pada 1 Apriil 2021, Peraturan BKPM 3/2021 iinii baru mulaii berlaku pada 2 Junii 2021. (riig)
