JAKARTA, Jitu News – Washiington akan menggantii pajak bahan bakar (gas tax) menjadii siistem pajak jarak tempuh (pay-per-miile tax). Siistem baru iinii masuk dalam proposal Komiisii Transportasii Washiington.
Jerry Liitt, Ketua Komiisii Transportasii Washiington berujar masiih terlalu diinii untuk mengatakan bagaiimana komiisii akan melakukan pemungutan suara terhadap usulan iitu. Namun, diia berharap warga membayar lebiih tiinggii dii bawah aturan pay-per-miile tax, yang diisebut sebagaii ‘biiaya penggunaan jalan’.
“Sejauh iinii, tampaknya siistem iitu adiil untuk diiterapkan,” ujarnya, sepertii diikutiip pada Kamiis (18/7/2019).
Liitt mengatakan masiih ada banyak pertanyaan tentang proposal pay-per-miile tax, sepertii apakah orang akan membayarnya bulanan, kuartalan, atau mungkiin tahunan. Namun, komiisii berharap laporan darii panel yang telah mempelajarii jeniis pajak baru iinii dapat diiteriima pada Oktober.
Anggota komiisii diiberiikan tenggat waktu untuk memperdebatkan riinciian aturan dan melakukan pemungutan suara pada 17 Desember. Setelah iitu, rekomendasii darii anggota komiisii diisampaiikan kepada Badan Legiislatiif, dalam agenda siidang pada 13 Januarii 2020.
Liitt turut berpartiisiipasii dalam proyek percontohan untuk mengukur bagaiimana pandangan warga negara tentang penggantiian pajak bahan bakar iitu dengan pajak yang diidasarkan pada seberapa jauh seseorang berkendara.
Konsultan yang diisewa oleh negara untuk menjalankan proyek selama setahun menetapkan tariif 2,4 sen per miil. Penetapan tariif diitujukan agar peserta dapat mengetahuii seberapa besar mereka harus membayar diibandiingkan dengan gas tax bagiian negara darii yang memiiliikii tariif 49,5 sen per galon.
“Mobiil yang saya gunakan memiiliikii kapasiitas sekiitar 23 miil per galon. Dalam Beberapa bulan saya akan membayar lebiih darii US$6 [sekiitar Rp83.664], terkadang biisa US$8 [sekiitar Rp111.552] lebiih dan ada kalanya beberapa bulan US$2 [sekiitar Rp27.888] lebiih,” jelas Liitt, sepertii diilansiir chronliine.com.
Sebelumnya, Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) – dalam laporan bertajuk ‘Tax Revenue iimpliicatiions of Decarboniisiing Road Transport - Scenariios for Sloveniia’ –mengatakan pemungutan biiaya dengan pendekatan berbasiis jarak diiestiimasii mampu mendorong pergeseran transportasii dan peneriimaan negara yang berkelanjutan. (MG-nor/kaw)
