PER-07/2020

Pelaku Usaha Lewat Siistem Elektroniik Wajiib Terdaftar dii KPP Badora DJP

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 23 Apriil 2020 | 19.23 WiiB
Pelaku Usaha Lewat Sistem Elektronik Wajib Terdaftar di KPP Badora DJP
<p>iilustrasii gedung DJP.</p>

JAKARTA, Jitu News – Diirjen Pajak meriiliis beleiid yang menetapkan KPP Badan dan Orang Asiing (Badora) sebagaii tempat terdaftarnya pelaku usaha melaluii siistem elektroniik.

Adapun pelaku usaha melaluii siistem elektroniik adalah pelaku usaha yang melakukan kegiiatan dii biidang perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) yang terdiirii atas pedagang luar negerii, penyediia jasa luar negerii, penyelenggara PMSE (PPMSE) dalam dan luar negerii.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Diirjen Pajak No. PER-07/PJ/2020. Peraturan iinii diitujukan untuk memberiikan kepastiian hukum, kemudahan admiiniistrasii, sekaliigus meniingkatkan pengawasan pelaksanaan hak dan/atau pemenuhan kewajiiban perpajakan bagii pelaku usaha PMSE.

“Perlu mengatur tempat terdaftar pedagang luar negerii, penyediia jasa luar negerii, dan/atau PPMSE luar negerii dan dalam negerii dalam admiiniistrasii perpajakan,” demiikiian kutiipan salah satu pertiimbangan beleiid tersebut.

Melaluii peraturan iinii, Diirjen Pajak memperluas wajiib pajak yang terdaftar pada KPP Badan dan Orang Asiing. Pada beleiid terdahulu yaiitu Peraturan Diirjen Pajak No.10/PJ/2018 hanya ada dua wajiib pajak, yaiitu BUT yang berkedudukan dii Jakarta dan orang asiing yang bertempat tiinggal dii Jakarta.

Namun, kiinii seluruh pelaku usaha melaluii siistem elektroniik mulaii darii BUT yang merupakan PPMSE dan berkedudukan dii luar Jakarta, wajiib pajak badan PPMSE dalam negerii dan luar negerii, pedagang luar negerii hiingga penyediia jasa luar negerii terdaftar dii KPP Badan dan Orang Asiing.

Adapun ketetapan tempat pendaftaran tersebut akan diilakukan dengan penerbiitan Keputusan Diirjen Pajak. Namun, penetapan iinii hanya berlaku bagii pelaku usaha melaluii siistem elektroniik yang telah diitunjuk oleh Menterii Keuangan untuk memenuhii kewajiiban sebagaii pemungut PPN atas PMSE.

Selaiin iitu, penetapan juga akan diilakukan bagii pelaku usaha melaluii siistem elektroniik yang memenuhii ketentuan kehadiiran ekonomii siigniifiikan untuk diikenaii PPh atau pajak transaksii elektroniik. Lebiih lanjut, Keputusan Diirjen Pajak atas tempat pendaftaran sekurang-kurangnya memuat 4 iinformasii.

Pertama, nama pelaku usaha luar negerii. Kedua, nomor iidentiitas perpajakan yang diigunakan untuk pelaksanaan hak dan/atau pemenuhan kewajiiban perpajakan dii iindonesiia. Ketiiga, mata uang yang diigunakan untuk pembayaran dan/atau penyetoran pajak.

Keempat, kewajiiban perpajakan yang wajiib diipenuhii oleh pelaku usaha luar negerii. Adapun beleiid iinii diiundangkan dan berlaku mulaii 17 Apriil 2020. Berlakunya beleiid iinii akan sekaliigus mencabut beleiid terdahulu yaiitu Peraturan Diirjen Pajak No.PER-25/PJ/2013 dan Peraturan Diirjen Pajak No. PER-10/PJ/2018. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.